Keren! bantu memulihkan kesehatan mental ODGJ, Mahasiswa Kesejahteraan Sosial UMM Jalankan Program “Art Therapy”

Art Therapy yang dilakukan oleh Mahasiswa Kesejahteraan Sosial UMM  bertujuan untuk membantu memulihkan kesehatan mental ODGJ di  Balai PMKS Sidoarjo. Terapi seni (art therapy) adalah bentuk terapi psikologis yang menggunakan ekspresi kreatif melalui seni, seperti lukisan, menggambar, atau berkreasi dengan berbagai bahan seni lainnya, sebagai alat untuk membantu individu dalam pemahaman diri, mengatasi masalah emosional, dan meningkatkan kesejahteraan mental. Bagaimana Art Therapy bantu memulihkan ODGJ ? Terapi seni (Art Therapy) memungkinkan individu untuk berkomunikasi dan mengungkapkan perasaan, pemikiran, dan pengalaman mereka melalui media seni, yang sering kali lebih mudah daripada menggunakan kata-kata secara verbal. Beberapa hal yang perlu diperhatikan tentang terapi seni: Media Seni: Terapi seni memberikan klien akses ke berbagai jenis media seni, seperti cat air, pensil warna, pensil, krayon, pensil grafit, tanah liat, dan banyak lagi. Pilihan media seni ini dapat disesuaikan dengan preferensi dan kebutuhan individu. Pemandu Terapis: Terapis seni adalah profesional terlatih yang membantu klien mengerti dan menganalisis karya seni yang dihasilkan. Terapis seni membantu klien menjelajahi makna di balik karya seni mereka dan menghubungkannya dengan perasaan atau pengalaman yang mungkin sulit diungkapkan secara verbal. Tujuan Terapi: Terapi seni memiliki berbagai tujuan, termasuk membantu klien mengatasi trauma, mengelola stres, meningkatkan kesejahteraan emosional, meningkatkan kreativitas, dan mempromosikan pemahaman diri. Metode Non-Verbal: Terapi seni seringkali digunakan untuk klien yang kesulitan dalam berbicara atau mengungkapkan diri secara verbal. Ini dapat menjadi pilihan yang efektif untuk anak-anak, remaja, atau orang dewasa yang mengalami kesulitan berbicara tentang perasaan mereka. ​​​​​​​Proses Kreatif: Terapi seni menempatkan penekanan pada proses kreatif itu sendiri, bukan hanya pada hasil akhir. Ini memungkinkan klien untuk menjelajahi perasaan dan ide-ide mereka secara bebas. ​​​​​​​Ruang Aman: Terapis seni menciptakan ruang yang aman dan tanpa penilaian di mana klien merasa bebas untuk berekspresi dan menjelajahi perasaan mereka. Terapi seni dapat digunakan dalam berbagai konteks, termasuk sebagai bagian dari perawatan kesehatan mental, rehabilitasi, pendidikan, atau pengembangan pribadi. Ini adalah alat yang fleksibel dan dapat disesuaikan dengan berbagai kebutuhan individu. Terapi seni telah terbukti efektif dalam membantu individu mengatasi berbagai masalah kesehatan mental, seperti depresi, kecemasan, trauma, dan stres. Praktikum Prodi Kesejahteraan Sosial dalam membantu Dinas Sosial   Praktikum merupakan bagian dari kurikulum Prodi Kesejahteraan Sosial yang harus di ikuti oleh seluruh mahasiswa semester 7. Praktikum di Prodi Kesejahteraan Sosial dibagi menjadi 2 yaitu Praktikum I Kelembagaan dan Praktikum II Pemberdayaan masyarakat. Pada semester 7 ini mahasiswa melakukan praktikum I Kelembagaan dengan waktu selama 1 bulan. Pelaksanaan praktikum dilakukan dengan menetap di lembaga sosial yang telah bekerjasama dengan program studi. Tahapan pelaksnaan praktikum dimulai dari engagement sampai rencana intervensi, pada tahap engagement mahasiswa melakukan kontak dan kontrak dengan masing masing klien yang telah ditentukan oleh lembaga. Selanjutnya praktikan melakukan assessment kebutuhan dan permasalahan klien dengan wawacara dan observasi. Setelah melakukan assessment dan menemukan permasalahan klien kemudian mahasiswa membuat rencana intervensi. Salah satu program mahasiswa prodi kesejahteraan sosial saat praktikum kelembagaan ini adalah melakukan  Art Therapy untuk Orang Dengan Gangguan Jiwa (ODGJ) di  Balai PMKS Sidoarjo.

Road to Internasional Accreditation, Program Studi Kesejahteraan Sosial Gelar Pemutakhiran Visi Prodi dan Workshop Penyusunan RPS Berorientasi Internasional

Lokakarya di Hall Kapal Garden Hotel UMM

Malang (31/08/2023 – 02/09/2023) – Menuju akreditasi internasional, Program Studi (Prodi) Kesejahteraan Sosial FISIP Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) mempersiapkan diri mengikuti standar internasional, FIBAA. Persiapan akreditasi internasional dikemas dalam acara Lokakarya Evaluasi dan Pemutakhiran Visi, Misi, Tujuan dan Strategi (VMTS) Prodi Kesejahteraan Sosial Berorientasi Internasional. Kegiatan ini dilaksanakan di Hall Kapal Garden Hotel UMM pada tanggal 31 Agustus 2023 – 1 September 2023. Acara Lokakarya Prodi Kesejahteraan Sosial dipandu oleh Bapak Dr. Fauzik Lendriyono, M.Si selaku Ketua Prodi (Kaprodi) Kesejahteraan Sosial. Disampaikan kaprodi bahwa lokakarya ini bertujuan untuk meninjau kembali Visi, Misi, Tujuan dan Strategi (VMTS) prodi untuk disesuaikan dengan perkembangan zaman.  Lokakarya dibuka oleh Dekan FISIP UMM, Bapak Prof. Dr. Muslimin Machmud, M.Si. yang menyampaikan bahwa diharapkan lokakarya ini dapat mendukung International Recognition sebagaimana : “dengan ini acara ini saya buka dan harapannya pada tahun 2024 seluruh program studi di Universitas Muhammadiyah Malang sudah terakreditasi internasional FIBAA.” Selajan dengan yang diharapkan oleh bapak dekan, Program Studi (Prodi) Kesejahteraan Sosial FISIP Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) juga berharap untuk diperlancar dalam menjalankan proses akreditasi internasional, FIBAA. Hal ini disampaikan oleh Bapak Eko Rizqi Purwo Widodo, MSW. : “Kita harus semangat dalam menyusun chapter 1&2 dan harus jalan sehingga bisa dilanjut ke chapter selanjutnya. Semoga berjalan dengan lancar untuk proses akreditasi internasional FIBAA.” Pada acara ini membahas beberapa hal yang berkaitan dengan proses menuju akreditasi internasional, FIBAA. Materi yang dibahas antara lain penjelasan, proses, persiapan dan penilaian FIBAA; Review Visi, Misi, Tujuan dan Strategi (VMTS) Prodi Kesejahteraan Sosial; dan Transformasi standar nasional dan akreditasi pendidikan tinggi. Materi ini disampaikan oleh UPT. Akreditasi dan Pemeringkatan UMM, Ketua Prodi (Kaprodi) Kesejahteraan Sosial, dan Prof. Dr. Ainur Rofieq, M. Kes. Acara ini berjalan lancar dengan diwarnai diskusi dan saling bertukar pikiran untuk mewujudkan tujuan bersama yaitu Program Studi (Prodi) Kesejahteraan Sosial Berorientasi Internasional.   Akreditasi Internasional yang sedang disusun oleh Program Studi (Prodi) Kesejahteraan Sosial, diawali dengan mereview Rencana Pembelajaran Semester (RPS) yang berorientasi Internasional. Penyusunan RPS ini berpedoman pada kurikulum OBE-MBKM yang berorientasi luaran yang sejalan dengan kegiatan MBKM. Acara Workshop Penyusunan Rencana Pembelajaran Semester (RPS), dilaksanakan di Hall Kapal Garden Hotel UMM pada tanggal 2 September 2023. Acara ini dihadiri oleh seluruh dosen Prodi Kesejahteraan Sosial FISIP Universitas Muhammadiyah Malang, staff prodi, dan laboran kesejahteraan sosial. Workshop penyusunan RPS berbasis OBE-MBKM berorientasi internasional disampaikan oleh dosen-dosen prodi kesejahteraan sosial yaitu Prof. Dr. Oman Sukmana, M.Si., dan Dra. Juli Astutik, M.Si. Pemutakhiran visi Prodi Kesejahteraan Sosial dan workshop penyusunan RPS berorientasi internasional ini diharapkan dapat mewujudkan kualitas pendidikan di Prodi Kesejahteraan Sosial.

Kunjungan Sekolah Tinggi Ilmu Kesejahteraan Sosial (STIKS) Tamalanrea ke Program Studi Kesejahteraan Sosial FISIP-UMM

Jumat (25/08/2023) – Sekolah Tinggi Ilmu Kesejahteraan Sosial (STIKS) Tamalanrea Makassar melakukan kunjungan ke Program Studi Kesejahteraan Sosial FISIP-UMM. Kunjungan ini bertujuan untuk menyambung tali silaturahmi dan kerjasama antar STIKS dan Prodi Kesos UMM. Acara ini dimulai dengan sharing session antara Prodi Kesejahteraan Sosial UMM dengan STIKS Tamalanrea Makassar. Setelah itu, dosen dan mahasiswa/i STIKS Tamalanrea Makassar melakukan campus tour yang didampingi oleh Himpunan Mahasiswa Kesejahteraan Sosial (HIMAKS) dan Asisten Laboratorium Kesos. Pada acara sharing session dihadiri oleh Wakil Dekan I FISIP, Wakil Dekan III FISIP, Ka. Prodi Kesos, Ka.Lab Kesos, Dosen Kesos UMM, Dosen STIKS Tamalanrea Makassar, dan Mahasiswa/i STIKS Tamalanrea Makassar. Acara ini dilakukan dengan pemaparan penjelasan Prodi masing-masing dengan harapan untuk dapat saling bertukar informasi dan inovasi. “Pada diskusi ini mohon mahasiswa kami bisa diberi ilmu, teori, praktikumnya gimana, dan penjelasan lain terkait dengan prodi kesos, itu harapan kami.” ujar bapak Ilham Supiana, S.Sos., MPSSp. Beberapa poin yang disampaikan pada sharing session antara lain penjelasan masing-masing prodi, pengenalan dosen prodi, praktikum, program MBKM, dan program serta agenda masing-masing prodi kedepannya. Beberapa program dari STIKS Tamalanrea yang disampaikan oleh bapak Ilham Supiana S.Sos., MPSSp memiliki sedikit banyak kesamaan dengan program yang ada di Prodi Kesejahteraan Sosial FISIP UMM karena Prodi Kesejahteraan Sosial FISIP UMM dan STIKS Tamalanrea Makassar berkecimpung di satu objek yang sama, yaitu Kesejahteraan Sosial. Hal ini menjadi poin plus dari kedua belah pihak untuk saling memberikan insight yang baru dan pengalaman yang belum pernah dilakukan, sehingga dapat dijadikan motivasi dalam mengembangkan program serta agenda baru di masa depan. “Semoga kita semua selalu diberi kesehatan dan kelancaran untuk dapat menjalankan program kita masing-masing.” ungkap bapak Dr. Fauzik Lendriyono, M.Si. Sebagai penutup, STIKS Tamalanrea Makassar melakukan tour campus bersama Himpunan Mahasiswa Kesejahteraan Sosial (HIMAKS) dan Asisten Laboratorium Kesos yang diakhiri dengan mengunjungi Laboratorium Kesejahteraan Sosial sebelum bertolak ke kota lain.

Cetak Mahasiswa Kesejahteraan Sosial yang Unggul dan Berkompeten, Prodi Kesejahteraan Sosial UMM Buka Program CoE (Centre of Excellence)

Dalam mendukung program Centre of Excellence (CoE) Universitas Muhammadiyah Malang, Prodi Kesejahteraan Sosial berkolaborasi dengan Dunia Usaha dan Dunia Industri (DUDI) di wilayah Jawa Timur dalam Program Sekolah Pemberdayaan Masyarakat. Kolaborasi ini bertujuan untuk meningkatkan kemampuan mahasiswa dalam praktik pekerja sosial dan membantu mahasiswa untuk belajar dengan terjun langsung ke dunia pekerjaan. Beberapa mitra Dunia Usaha dan Dunia Industri (DUDI) yang tergabung dalam Program Sekolah Pemberdayaan antara lain Woman Crisis Centre (WCC) Dian Mutiara, Lembaga Pengkajian Kemasyarakatan dan Pembangunan (LPKP), Yayasan Bhakti Luhur, dan PT. Inovasi Nutrisi Sirkular. Senin (21/08/2023) Program Studi Kesejahteraan Sosial FISIP UMM Bersama dengan mitra Dunia Usaha dan Dunia Industri (DUDI) mengadakan pertemuan untuk membahas kurikulum CoE yang akan diterapkan pada Sekolah Pemberdayaan Masyarakat. Kegiatan ini bertempat di meeting room My Dormy Hostel UMM. Kegiatan ini dihadiri oleh Direktur CoE UMM, Ka.Prodi Kesejahteraan Sosial, Ka.Lab Kesejahteraan Sosial, seluruh dosen Kesejahteraan Sosial, dan mitra Dunia Usaha dan Dunia Industri (DUDI) yaitu Woman Crisis Centre (WCC) Dian Mutiara, Lembaga Pengkajian Kemasyarakatan dan Pembangunan (LPKP), Yayasan Bhakti Luhur, dan PT. Inovasi Nutrisi Sirkular. Acara pembahasan kurikulum CoE ini membahas terkait MoU dan MoA dengan mitra DUDI, Kurikulum CoE, Rencana Pembelajaran Semester (RPS), Instruktur CoE, dan sosialisasi ke mahasiswa. Pihak prodi Kesos dan mitra DUDI terlihat antusias dan saling mengeluarkan ide-ide cemerlangnya dalam merancang Program Sekolah Pemberdayaan Masyarakat. “Semoga nanti program CoE kita berjalan dengan baik, dan bisa menghasilkan bibit-bibit yang unggul dan memiliki kompetensi untuk memasuki dunia kerja.” ujar Bapak Eko Rizqi Purwo Widodo, MSW selaku Kepala Laboratorium Kesejahteraan Sosial Launcing CoE akan segera dilakukan setelah diadakan pertemuan selanjutnya. Diperkirakan Program CoE Kesejahteraan Sosial FISIP UMM yaitu Sekolah Pemberdayaan Masyarakat akan di Launching pada awal Septermber 2023.

KUNJUNGAN MAHASISWA KESEJAHTERAAN SOSIAL UMM KE PMKS SIDOARJO

Sidoarjo, 23/06/2022 – Prodi Kesejahteaan Sosial UMM lakukan Kunjungan Balai  Pelayanan Penyandang Masalah Kesejahteraan Sosial (PMKS) Sidoarjo. Kegiatan ini bertujuan agar mahasiswa dapat belajar dan memahami penerapan Etika Profesi yang diterapkan oleh Pekerja Sosial di Balai PMKS Sidoarjo . Kegiatan ini diikuti oleh lebih dari 85 mahasiswa Prodi Kesos Universitas Muhammadiyah Malang. Diterima langsung oleh Kepala Balai PRS PMKS Sidoarjo Fivtian Windarta SH MM beserta jajarannya, para mahasiswa Prodi Kesejahteraan Sosial berkumpul di aula pertemuan pada pukul 09.00. Kegiatan dibuka dengan pemaparan singkat mengenai Balai PMKS. Eko Rizqi Purwo MSW selaku dosen pembimbing mata kuliah Etika Profesi berharap kegiatan ini dapat bermanfaat bagi mahasiswa “…… kegiatan kuliah lapangan ini bertujuan agar para mahasiswa dapat mengimplementasikan pembelajaran mata kuliah Etika Profesi Pekerja Sosial,” tutur beliau “Terima kasih kepada pihak Balai yang telah menerima para mahasiswa kami dengan baik untuk melaksanakan kuliah lapangan,” imbuhnya. Acara dilanjutkan dengan Penyerahan Cinderamata sebagai tanda terimakasih dan kenang kenangan kepada pihak Lembaga PMKS Sidoarjo. Selanjutnya mahasiswa di arahkan untuk dibimbing mengenai Etika Profesi yang diterapkan oleh lembaga dan berkeliling lembaga di dampingi oleh para Pekerja Sosial yang ada di PMKS Sidoarjo. Selain itu, mahasiswa juga berkesempatan untuk melihat langsung bagaimana PMKS Sidoarjo menyelenggarakan kegiatan rehabilitasi sosial dan pengembangan keterampilan bagi para klien mereka. Mereka dapat menyaksikan program-program seperti pelatihan keterampilan, pendampingan psikososial, dan pemberian bantuan pangan. Kuliah lapang ini tidak hanya memberikan wawasan praktis kepada mahasiswa mengenai etika profesi pekerja sosial, tetapi juga memperkuat keterampilan mereka dalam komunikasi, pengamatan, dan empati. Mahasiswa mengaku merasa terinspirasi oleh semangat dan dedikasi petugas PMKS Sidoarjo dalam membantu masyarakat yang membutuhkan. “Kegiatan ini sangat menyenangkan dan dapat menambah wawasan kita mengenai etika profesi Peksos. Kita dapat berinterkasi dengan para klien bernyanyi bersama dan bermain game. Dari kegiatan studi lapang ini kita mendapat pengalaman yang luar biasa dan dapat mengetaui beberapa permasalahan-permasalahan yang ada di Lembaga dan bagaimana cara menyelesaikanya,” ucap Elsa salah satu mahasiswa prodi Kesejahteraan Sosial.

Pakar Kesejahteraan Sosial UMM Beberkan Solusi Permasalah Pekerja Sosial

Berbagai masalah dihadapi oleh Praktek Pekerja Sosial, terutama dalam perspektif suku-suku pribumi di Malaysia. Hal itu disampaikan oleh Prof. Madya Dr. Khadijah Alavi asal Malaysia pada kuliah tamu Prodi Kesejahteraaan Sosial Universitas Muhammadiyah Malang (UMM), pertengahan Juni Ini. Selain Khadijah, hadir sebagai pembicara profesor asal Malaysia pula Prof. Madya Dr. Zahara Abdul Manaf dan Dr. Rinikso Kartono. M.Si. Lebih lanjut, ia menjelaskan sederet masalah yang terjadi. Mulai dari aspek pendidikan dan kesehatan, hingga isu konflik  utama yakni diskriminasi kekerasan. Melihat banyaknya problem yang terjadi, ia memberikan solusi bagi Pekerja Sosial agar bisa mencegah konflik dan memberikan  dukungan. Utamanya bagi keberfungsian sosial masyarakat pribumi berdasarkan temuan antropologis. “Tiga perkara penting yang harus dimiliki yaitu pengetahuan, keterampilan dan sikap. Kita harus paham budaya pribumi. Pekerja sosial harus mengesampingkan prasangka tentang agama, ras, sosial, ekonomi dan status kelas. Dengan begitu, mereka akan mau menghargai sistem nilai hidup walaupun berbenturan dengan nilai yang mereka pegang teguh,” katanya. Adapun kuliah tamu ini mengusung tema “Social Work Practice In Indigenous Perspective”. Para pemateri mencoba membahas khusus tentang permasalahan sosial yang dialami oleh masyarakat pribumi. Sementara itu, Zahara menyampaikan isu-isu kesehatan sosial. Misalnya saja terkait stunting dan obesitas yang terfokus pada anak-anak suku pribumi. Menurutnya faktor penyebab kurangnya gizi pada anak salah satunya karena masalah sosial seperti kemiskinan, kurangnya pengetahuan tentang gizi, perubahan iklim dan faktor lingkungan. Di samping itu juga terbatasnya layanan kesehatan menjadi tantangan yang harus segera diatasi. Pun dengan praktik budaya dan keyakinan adat yang juga menjadi salah satu alasannya. “Maka dari itu, penanganan kurang gizi memerlukan pendekatan multi-aspek yang melibatkan berbagai pemangku kepentingan. Namun pemerintah juga harus banyak mempertimbangkan konteks budaya yang unik dan melibatkan komunitas orang asli dalam merancang intervensi yang sesuai budaya, berkelanjutan, dan memberdayakan,” tandasnya. Di sisi lain, Rinikso memberikan penjelasan ciri profesi pekerjaan sosial dalam menangani masalah pribumi dalam pelayanannya. Ada sederet hal yang ia sebutkan. Mulai dari integrasi tradisi lokal, intervensi bantuan lokal ke dalam praktik kerja sosial arus utama (dukun, kepala desa) juga adaptasi pendekatan arus utama agar sesuai dengan konteks (batasan) lokal. “Sumber utama pengetahuan untuk praktek ekologi dan kebijaksanaan itu ada banyak. Seperti menghasilkan model pengetahuan dan praktik dari bawah ke atas, berdasarkan nilai, kepercayaan, adat istiadat dan norma budaya praktik pertolongan lokal. Pun dengan model Sarawak dan budaya lokal,” pungkasnya. (Nel/Wil)

Sosok Oman Sukmana, Guru Besar Baru Kesos UMM

Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) kembali menambah guru besar baru. Kali ini berasal dari program studi Kesejahteraan Sosial (Kesos) Fakultas Ilmu Sosial dan Politik (FISIP), yakni Prof. Dr. Oman Sukmana, M.Si. Ia resmi dikukuhkan pada 10 Juni 2023 sebagai guru besar bidang Ilmu Sosiologi di Prodi Kesejahteraan Sosial (Kesos). Dalam orasinya, ia mengatakan bahwa di Indonesia baru ada lima profesi yang dilindungi oleh undang-undang yaitu insinyur, dosen atau guru, perawat, dokter dan pekerja sosial. Profesi Pekerjaan Sosial dibangun dari multidisiplin ilmu pengetahuan, kemudian diramu menjadi kekuatan akademik yang memperkuat Profesi Pekerja Sosial. “Kesejahteraan Sosial merupakan sebuah area bagi semua Pekerja Sosial yang terlibat. Pekerjaan Sosial memiliki empat bidang praktek yaitu secara individu, keluarga, kelompok atau institusi dan pada komunitas atau organisasi (makro),” jelasnya. Lebih lanjut, praktik makro pekerjaan sosial memiliki tiga praktik lanjutan yang dikaitkan dengan sosiologi. Ketiga bidang itu adalah pemberdayaan sosial, perencanaan sosial dan aksi sosial. Menurutnya, aksi sosial yang termasuk ke dalam gerakan sosial seharusnya tertata dan terorganisir. Oman menambahkan bahwa contoh jelas dari praktik ini ada pada Persyarikatan Muhammadiyah yang melakukannya dengan baik. Turut hadir secara daring Ketua LLDIKTI Wilayah VII Jawa Timur, Prof. Dr. Dyah Sawitri SE. MM. dalam pengukuhan itu. Ia mengatakan, UMM di tahun 2023 ini telah melahirkan tujuh profesor dari berbagai bidang. Atas capaian itu, LLDIKTI sangat mengapresiasi Kampus Putih sebagai universitas yang mampu mewujudkan sumber daya manusia unggul dan memajukan Indonesia. “Optimalisasi peluang dan kekuatan UMM selalu dikelola sesuai dengan kebutuhan perguruan tinggi. Aplagi dengan masifnya program Center of Excellence (CoE) UMM yang menjadi unggulan dalam program pembelajaran. UMM juga selalu melahirkan karya dan juga inovasi baru dengan berkolaborasi bersama dunia usaha dan dunia industri,” kata Dyah. Sementara itu, Rektor UMM Prof. Dr. Fauzan M.Pd. mengatakan, orasi ilmiah yang telah disampaikan, secara teoritik memberikan penguatan terhadap program sosial yang sedang dikembangkan oleh UMM. Program Profesor Penggerak Pembangunan Masyarakat (P3M) dibuat untuk membantu meningkatkan taraf hidup masyarakat ke arah yang lebih baik. Program ini, digerakkan dengan cara mengkapitalisasi ekosistem sosial yang berangkat dari potensi-potensi yang dimiliki oleh kelompok sosial di beberapa daerah di Indonesia. “Pekerjaan sosial sering dipersepsikan masyarakat sebagai pekerja yang tidak berdampak ekonomis pada pekerjanya. Padahal pekerjaan sosial memberikan nilai sosial yang sangat kompleks. Nilai sosial itu harus tetap dijaga sehingga manusia akan selalu menempati posisi yang tinggi pada sistem sosial,” jelas Fauzan. Fauzan berharap pengukuhan guru besar ini tidak hanya sebagai seremonial atau formalitas saja tetapi juga bentuk pembuktian karya-karya nyata dari para profesor. Pun menjadi cerminan sebagai seorang dosen yang bijaksana, memiliki kadar intelektual tinggi dalam berfikir dan bertindak, sehingga dapat menambah energi positif dalam rangka membawa kampus putih UMM di masa mendatang. (zak/wil)

Mahasiswa Kesos UMM Berdayakan Janda Desa Pandansari Melalui Program PHP

Kesejahteraan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia, adalah sila kelima dari Pancasila sebagai dasar negara ini. Berdasarkan hal tersebut mahasiswa Kesejahteraan Sosial (Kesos) Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) gelar program Perempuan Hebat Pandansari (PHP). Adapun program ini digelar oleh Kelompok tujuh Praktikum II mahasiswa Kesos UMM, yang dilaksanakan selama satu bulan Februari 2023 ini. Enggar Hikmatul selaku koordinator tim mengatakan bahwa program ini ditujukan kepada Perempuan Rawan Sosial Ekonomi (PRSE), yang diperhatikan langsung oleh Pemerlu Pelayanan Kesejahteraan Sosial (PPKS). Adapun golongan perempuan ini mayoritas diisi oleh ibu oleh suaminya tau janda. Jumlah PRSE yang tidak bekerja dan ibu muda di Desa Pandansari, Kecamatan Ngantang, Kabupaten Malang ini cenderung banyak. Berdasarkan permasalahan tersebut mahasiswa Kesos UMM mengadakan salah satu Pelatihan Pembuatan Mochi melalui program kerja PHP, yang dilaksanakan pada tanggal (28/2). Enggar sapaan akrabnya menjelaskan bahwa pelatihan mochi ini bertujuan untuk memberdayakan para janda dalam meningkatkan UMKM secara mandiri melalui Mochi ini. Pemilihan kue mochi ini dikarenakan melihat potensi yang ada di Desa Pandansari, yaitu susu sapi dan durian. Melihat susu menjadi bahan utama dalam pembuatan mochi, akan sangat cocok jika dipadukan dengan durian sebagai isiannya. Selama pelatihan tersebut, para peserta juga diajarkan branding produk, sehingga dalam bukan hanya sekedar membuat tetapi tau cara memasarkannya ”Produk yang dinamakan Susu Mochi Pandansari (SMP) ini dapat kemandirian ekonomi dari ibu-ibu ini terbentuk dengan menciptakan lapangan pekerjaannya sendiri. Hal tersebut juga menjadi ide bagus dalam meningkatkan ekonomi Desa dengan produk mochi ini, jika terus dikembangkan” ucapnya. Adapun tema dari Praktikum II ini sendiri ialah Pengorganisasian dan Pemberdayaan Masyarakat. menjelaskan bahwa ide pelatihan pembuatan kue mochi ini muncul saat berdiskusi mengenai program kerja PHP dengan kelompok dan dosen pembimbing, yakni Zaenal Abidin, S.Sos, M.Si. Dari sinilah 10 anggota kelompok menyusun strategi untuk program kerja PHP. Pada pelatihan pembuatan kue mochi ini sendiri dihadiri sejumlah 20 warga yang tersebar di 7 dusun. Bertempatkan di balai Dusun Wonorejo, Desa Pandansari. Pada kesempatan yang sama Bambang Riyanto, Kepala Desa Pandansari menyampaikan bahwa ia antusia dan mengapresiasi program PHP ini, karena di desa sendiri masih jarang adanya kegiatan pemberdayaan perempuan. Tentu ia berterimaksih kepada mahasiswa Kesos UMM yang telah kreatif dan memberikan wadah bagi masyarakat untuk mengembangkan skill dan potensi yang dimiliki oleh Desa Pandansar ini. Ia pun berharap ibu-ibu muda yang mengikuti pelatihan ini dapat mengembangkan potensi yang bisa menjadi produk baru yang ikonik dalam meningkatkan ekonomi desa. “Semoga dengan diadakannya pelatihan ini dapat menggugah inovasi para masyarakat, khususnya ibu-ibu muda dan PRSE. Sehingga bisa mengembangkan potensi yang ada untuk bisa lebih mempunyai nilai harga jual yang lebih baik” ujarnya. Nanik salah satu peserta mengaku sangat senang dengan program yang dibawakan oleh mahasiswa UMM. Ia mengaku bahwa banyak ilmu serta pengalaman yang bermanfaat kedepannya, terutama ia bisa membuat bisnis sendiri. Tentu ia berharap kedepannya dapat melenjutkan produk ini dan juga memasarkannya, sehingga bisa menghidupi keluarganya. “Sebenarnya pembuatan kue mochi ini sangat mudah dan tidak ribet, bahannya juga mudah didapatkan di toko-toko terdekat sehingga memudahkan para ibu-ibu yang ingin membuat. Dan harapan saya semoga pelatihan kue mochi ini bisa berkelanjutan dan mempunyai manfaat” ungkapnya. (*/dvd)

Seminar Hasil Praktikum Sekaligus Penutupan Praktikum II Mahasiswa Program Studi Kesejahteraan Sosial Angkatan 2019 dengan Tema Pengorganisasian dan Pemberdayaan Masyarakat

Senin, 20 Maret 2023. Kepala Laboratorium Kesejahteraan Sosial Eko Rizqi Purwo Widodo, MSW, Ketua Program Studi Kesejateraan Sosial Dr. Fauzik Lendriyono, M.Si bersama Wakil Dekan 1 Najamuddin Khairur Rijal, S.IP.,M.Hub.Int. Menutup kegiatan Praktikum II yang dilaksanakan oleh mahasiswa angkatan 2019 Program Studi Kesejahteraan Sosial Universitas Muhammadiyah Malang (UMM). Penutupan tersebut dihadiri oleh Kepala Laboratorium Kesejahteraan Sosial UMM, Ketua Program Studi Kesejahteraan Sosial UMM, Wakil Dekan I FISIP Universitas Muhammadiyah Malang dan bersama jajaran dosen Program Studi Kesejahteraan Sosial UMM dan 95 mahasiswa Program Studi Kesejahteraan Sosial Angkatan 2019 yang telah melaksanakan praktikum pengorganisasian dan pemberdayaan masyarakat selama 30 hari lamanya. Kegiatan penutupan dan semhas praktikum 2 ini dilaksanakan di GKB 4 Universitas Muhamadiyah Malang (UMM). Setelah menggikuti kegiatan penutupan di AULA GKB lantai 4 mahasiswa Kesejahteraan Sosial Angkatan 2019 langsung melaksanakan kegiatan seminar hasil di ruang semhas lantai 3 GKB 4 Universitas Muhammadiyah Malang (UMM). Seminar hasil dilaksanakan dengan hikmat dan penuh dengan pemaparan hasil kerja mahasiswa praktikum selama mahasiswa melaksanakan kegiatan praktikum yang disebar di 9 Desa di Kecamatan Ngantang Kabupaten Malang. Kegiatan seminar hasil dibagi menjadi 5 kelas yang dimana dalam satu kelas terdapat 2 kelompok dan 2 dosen penguji. Setelah melakukan semhas mahasiswa diwajibkan membuat laporan yang nantinya laporan praktikum ini akan dikumpulkan sesuai kelompok ke laboratorium kesejahteraan sosial sebagai arsip praktium.

Laboratorium Kesejahteraan Sosial Universitas Muhammadiyah Malang Bersama IPSPI Jawa Timur membuka sekaligus memberikan Pelatihan penguatan Skill bagi Mahasiswa Kesejahteraan Sosial UMM Angkatan 2019

Rabu, 03 Agustus 2022. Kepala Laboratorium Kesejahteraan Sosial UMM, Kepala Program Studi Kesejahteraan Sosial UMM dan Ketua IPSPI Jawa Timur membuka pelatihan sekaligus memberikan bekal bagi mahasiswa Kesejahteraan Sosial UMM Angkatan 2019 didalam praktik pekerjaan sosial. Sekitar 109 mahasiswa Kesejahteraan Sosial UMM Angkatan 2019 beserta anggota IPSPI Jawa Timur, para dosen dan staff akademisi program studi Kesejahteraan sosial UMM juga ikut serta dalam acara pembukaan pelatihan penguatan skill yang diperuntukkan untuk mahasiswa Kesejahteraan Sosial UMM Angkatan 2019. Kegiatan ini berlangsung di GKB 1, lantai 6, Universitas Muhammadiah Malang. Pelatihan ini bertujuan untuk memberikan pembekalan sekaligus pembelajaran bagi mahasiswa kesos didalam praktik pekerja sosial profesional yang mana nantik akan dipergunakan dan dipraktekkan oleh mahasiswa kesos didalam melakukan kegiatan wajib Jurusan Kesejahteraan Sosial yaitu praktikum kelembagaan dan praktikum kemasyarakatan. Terdapat 7 tahapan pelatihan yang diterima oleh mahasiswa Kesos Angkatan 2019 antara lain (1) Pengantar permasalahan PMKS, (2) Dasar-dasar assessment, (3) Keterampilan assessment, (4) Teknik pendekatan, (5) Etika assessment, (6) Tool assessment, (7) Rencan intervensi. Pada setiap tahapan pelatihan tersebut akan dipandu langsung oleh para anggota IPSPI Jatim dan para dosen Kesejahteraan Sosial UMM yang mana akan dibagi menjadi beberapa kelas dan hari yang sudah ditentukan.