Komitmen Prodi Kesejahteraan Sosial UMM Perkuat Kerja Sama Internasional

Dalam rangka mendukung pencapaian visi UMM menjadi kampus yang memiliki pengakuan dan reputasi di tingkal internasional (international recognition), maka Program Studi (Prodi) Kesejahteraan Sosial FISIP-UMM menyelenggarakan workshop dengan tema Program Intership dengan Perguruan Tinggi Luar Negeri (24/4). Dr Fauzik Lendriyono M.Si selaku  Ketua Program Studi memberikan penjelasan mengenai kerangka dasar pengembangan institusi berlandaskan pada Statuta, Rencana Operasional (Renop), serta Indikator Kinerja Turunan (IKT) yang telah disusun secara sistematis. Keselarasan antara dokumen strategis tersebut menjadi fondasi utama untuk mendorong pencapaian berbagai target internasionalisasi yang telah ditetapkan oleh UMM. Masih menurutnya bahwa acara ini sekaligus menjadi momentum untuk mengevaluasi progres kerja sama internasional yang selama ini telah terjalin, khususnya dengan Universiti Kebangsaan Malaysia (UKM). Untuk di ketahui bahwa pada tanggal 11 April lalu, sebanyak 11 orang dekanat FSSK UKM melakukan kunjungan resmi ke UMM untuk semakin mempererat kolaborasi yang telah berjalan selama empat tahun. Dalam kunjungan tersebut turut disepakati beberapa aktivitas, salah satu diantaranya adalah Program Kerja Sosial FSSK UKM akan mengirimkan enam mahasiswa untuk menjalani praktikum bersama mahasiswa Kesejahteraan Sosial FISIP UMM di Jawa Timur selama dua bulan. Demikian juga dengan UMM yang akan mengirimkan mahasiswa tahap kedua ke Malaysia. Panelis berikutnya adalah Wakil Rektor II UMM, Dr. Ahmad Juanda, Ak., M.M., CA yang menegaskan pentingnya kesiapan sumber daya manusia, sumber daya ekonomi dan infrastruktur dalam mendukung internasionalisasi kampus. Ia mengusulkan agar terminologi “akreditasi internasional” diperluas menjadi “rekognisi internasional”, agar esensi pengakuan global tidak hanya sebatas formalitas. Hal ini sejalan dengan arah kebijakan UMM untuk menjadi World Class University (WCU) melalui pencapaian nyata sebelum melangkah pada pengakuan formal. Selaras dengan itu, menurut Wakil Rektor IV UMM, Muhammad Salis Yuniardi, M.Psi., Ph.D. bahwa kebijakan internasionalisasi memiliki pendekatan yang berbeda antara universitas di Indonesia dengan di luar negeri. Pada universitas di luar negeri,  fokus utama hanya pada dua pilar saja, yaitu pengajaran dan penelitian. Sedangkan di Indonesia, kita terbiasa dengan pengajaran, penelitian, dan pengabdian kepada masyarakat. Untuk aspek pengajaran, UMM telah membangun kurikulum yang berstandar internasional menggunakan pendekatan OBE (Outcome Based Education) yang mendorong mahasiswa memiliki wawasan global dan kompetensi internasional. Masih menurut Wakil Rektor IV UMM, bahwa mobilitas internasional menjadi hal penting, baik untuk mahasiswa maupun dosen. Bentuknya bisa berupa short course, minimal dua minggu sampai satu bulan yang ditutup dengan konferensi internasional. Ada juga program credit transfer yang memungkinkan mahasiswa kuliah satu semester penuh di luar negeri. Selanjutnya adalah program mirroring class, yaitu perkuliahan dengan mata kuliah yang sama dan saling bertukar dosen antar universitas dalam 14 kali pertemuan. Terakhir adalah double degree, yakni mahasiswa menjalani dua tahun studi di UMM sebagai home university  dan dua tahun di kampus mitra luar negeri. Selain itu, UMM juga telah membangun atmosfer internasional di kampus. Misalnya  melalui program FLSP (Foreign Language for Specific Purposes) yang mengajarkan kebiasaan komunikasi dan interaksi dalam forum internasional. Pun demikian juga dalam aktivitas penelitian dan publikasi internasional, UMM terus mendorong dosen dan mahasiswa untuk aktif dalam berbagai kegiatan konferensi internasional, termasuk menjadi reviewer berbagai jurnal di luar negeri. Artikel ini telah tayang di suaramuhammadiyah.id dengan judul: Komitmen Prodi Kesejahteraan Sosial UMM Perkuat Kerja Sama Internasional, https://www.suaramuhammadiyah.id/read/komitmen-prodi-kesejahteraan-sosial-umm-perkuat-kerja-sama-internasional

FILANTRA dan UMM Gelar Pelatihan SROI untuk Penguatan Strategi CSR Perusahaan

FILANTRA bekerja sama dengan Program Studi Kesejahteraan Sosial Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) berhasil mengadakan pelatihan Social Return on Investment (SROI) yang bertempat di Rayz Hotel UMM. Pelatihan ini diikuti oleh 15 perusahaan BUMN dan swasta yang memiliki komitmen kuat dalam mengimplementasikan Corporate Social Responsibility (CSR) yang berkelanjutan. Rektor UMM, Prof. Dr. Nazarudin Malik, S.E, M.Si membuka secara resmi acara pelatihan tersebut. Dalam sambutannya, beliau menekankan pentingnya investasi sosial sebagai strategi utama perusahaan untuk mendukung keberlanjutan bisnis sambil memberikan dampak positif bagi masyarakat. “Investasi sosial yang dikelola dengan baik bukan hanya menjadi tanggung jawab perusahaan, tetapi juga aset jangka panjang yang dapat memperkuat daya saing serta reputasi perusahaan dalam menghadapi tantangan global,” kata Prof. Nazarudin Malik. Manager FILANTRA, Azlia, dalam penyampaian pengantar, menyatakan bahwa dukungan dari 133 mitra FILANTRA selama ini memberikan motivasi besar untuk terus berinovasi dan bekerja sama dengan berbagai institusi pendidikan. “Kami sangat bangga bisa berkolaborasi dengan universitas-universitas ternama seperti Universitas Indonesia, POLTEKSOS Bandung, dan kini Universitas Muhammadiyah Malang. Kerja sama ini menunjukkan bahwa sinergi antara dunia usaha dan dunia akademik mampu menghasilkan solusi sosial yang efektif dan berkelanjutan,” ungkap Azlia. Ketua Program Studi Kesejahteraan Sosial UMM, Dr. Fauzik Lendriyono, M.Si., menambahkan bahwa kemitraan dengan FILANTRA merupakan salah satu kolaborasi nasional yang produktif yang mendukung berbagai kegiatan praktikum, magang, dan kuliah profesi bagi mahasiswa. “Ke depan, kami berencana untuk mengembangkan kerja sama ini melalui riset kolaboratif, penyelenggaraan lembaga sertifikasi, serta proyek-proyek inovatif yang akan meningkatkan keterampilan mahasiswa dalam mendukung kesejahteraan masyarakat,” jelas Dr. Fauzik. Pelatihan ini dirancang tidak hanya untuk memperdalam pemahaman peserta tentang konsep SROI, tetapi juga memberi kesempatan untuk berdiskusi dan menyusun strategi CSR yang dapat diukur dan memberikan dampak luas. Melalui studi kasus dan praktik langsung, diharapkan peserta dapat mengimplementasikan konsep SROI secara maksimal di perusahaan mereka. Dengan semangat kolaborasi yang kuat, FILANTRA dan Program Studi Kesejahteraan Sosial UMM berkomitmen untuk terus mengembangkan program-program inovatif yang mendukung pembangunan sosial yang inklusif dan berkelanjutan.  (fa/tim)

Prodi Kesejahteraan Sosial Jalani Akreditasi Internasional FIBAA, Dapat Ulasan Positif dari Asesor Jerman

Akreditasi FIBAA

Malang, 14 Februari 2025 – Program Studi Kesejahteraan Sosial sukses menjalani proses akreditasi internasional oleh Foundation for International Business Administration Accreditation (FIBAA) yang berlangsung pada 11-13 Februari 2025 di Universitas Muhammadiyah Malang. Akreditasi ini merupakan langkah strategis dalam upaya meningkatkan mutu pendidikan dan daya saing internasional. Dalam proses asesmen yang berlangsung selama tiga hari, tim asesor dari FIBAA melakukan evaluasi komprehensif terhadap kurikulum, sistem pembelajaran, kualitas pengajaran, serta keterlibatan mahasiswa dan alumni dalam pengembangan keilmuan. Salah satu asesor dalam proses akreditasi ini adalah Prof. Martin Knock, seorang akademisi dan praktisi Social Work dari Jerman. Prof. Martin Knock memberikan ulasan positif terhadap Program Studi Kesejahteraan Sosial, khususnya dalam aspek keterlibatan mahasiswa dalam praktik sosial serta relevansi kurikulum dengan kebutuhan global. “Saya melihat bahwa program ini memiliki pendekatan yang kuat dalam menghubungkan teori dengan praktik di lapangan. Kurikulumnya sangat relevan dengan tantangan sosial saat ini, dan mahasiswa memiliki kesempatan yang baik untuk mengembangkan keterampilan profesional mereka,” ujar Prof. Knock dalam sesi evaluasi akhir. Selain itu, Prof. Knock juga mengapresiasi komitmen dosen dan tenaga pengajar dalam mendukung pengembangan keilmuan mahasiswa serta kerja sama internasional yang telah dijalin dengan berbagai institusi luar negeri. Dengan pencapaian ini, Program Studi Kesejahteraan Sosial semakin optimis untuk mendapatkan hasil terbaik dalam akreditasi FIBAA. Hasil akreditasi ini nantinya akan menjadi landasan dalam meningkatkan standar pendidikan dan memperluas jaringan kerja sama global demi menghasilkan lulusan yang kompetitif di kancah internasional.

Program Studi Kesejahteraan Sosial Bersiap Menuju Akreditasi Internasional FIBAA

Rehearsal Universitas

Malang, 10/2 – Program Studi Kesejahteraan Sosial tengah melakukan berbagai persiapan intensif guna meraih akreditasi internasional dari Foundation for International Business Administration Accreditation (FIBAA). Upaya ini merupakan bagian dari komitmen program studi dalam meningkatkan mutu pendidikan dan memperkuat daya saing di tingkat global. Persiapan akreditasi ini melibatkan berbagai tahapan penting, termasuk melakukan Rehearsal berulang kali untuk memastikan kesiapan seluruh civitas akademika dalam menghadapi proses asesmen. Selain itu, tim akademik juga telah menyusun Self-Evaluation Report (SER) yang komprehensif, sebagai dokumen utama yang menggambarkan kualitas program studi berdasarkan standar FIBAA. Ketua Program Studi Kesejahteraan Sosial, Dr. Fauzik Lendriyono, M.Si, menjelaskan bahwa proses persiapan ini melibatkan banyak pihak, mulai dari dosen, mahasiswa, tenaga kependidikan, hingga alumni. “Kami telah melakukan serangkaian simulasi dan evaluasi internal untuk memastikan bahwa seluruh aspek pendidikan, penelitian, dan pengabdian kepada masyarakat yang kami jalankan telah memenuhi standar internasional,” ujarnya. Selain menyusun SER, program studi juga telah melakukan benchmarking dengan institusi lain yang telah memperoleh akreditasi FIBAA. Langkah ini bertujuan untuk mempelajari best practices serta memperbaiki berbagai aspek yang masih perlu ditingkatkan. Dengan upaya yang matang dan kerja sama seluruh pihak, Program Studi Kesejahteraan Sosial berharap dapat meraih akreditasi FIBAA dalam waktu dekat. Keberhasilan ini nantinya akan memberikan manfaat besar bagi mahasiswa dan lulusan, termasuk pengakuan internasional serta peluang lebih luas dalam kerja sama akademik dan profesional. Kedepan, program studi akan terus melakukan evaluasi dan perbaikan berkelanjutan agar semakin siap menghadapi proses asesmen dari FIBAA. Dengan semangat dan komitmen yang kuat, diharapkan akreditasi ini dapat tercapai dan membawa dampak positif bagi pengembangan ilmu kesejahteraan sosial di tingkat global.

UMM Dorong Transformasi dalam Manajemen Kesejahteraan Sosial

Malang, 17 Desember 2024 – Upaya transformasi kesejahteraan sosial di Indonesia kembali mendapat dukungan penuh dari Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) melalui penyelenggaraan Kuliah Umum Nasional bertajuk “Paradigma Baru dalam Manajemen Pembangunan Kesejahteraan Sosial di Indonesia”. Kegiatan yang berlangsung di Aula Lantai 9 Gedung GKB 4 UMM ini menghadirkan lima narasumber utama yang membahas paradigma baru dalam pengelolaan kesejahteraan sosial. Acara yang dihadiri ratusan peserta dari berbagai unsur, mulai dari mahasiswa, pelajar, praktisi hingga pekerja sosial ini bertujuan memperkuat kolaborasi lintas sektor dan mendorong penggunaan teknologi digital sebagai solusi inovatif dalam pembangunan kesejahteraan sosial. Empat Tokoh Kunci Hadirkan Perspektif Baru Dalam paparan Rektor Universitas Muhammadiyah Malang, Prof. Dr. Nazaruddin Malik, S.E., M.Si  menegaskan pentingnya paradigma baru dalam manajemen kesejahteraan sosial berbasis data dan kolaborasi lintas sektor. Negara menjadi mediator keadilan sosial berbasis Pancasila, pastikan akses setara dan empati kemanusiaan bagi seluruh masyarakat. Pengelolaan berbasis teknologi digital akan mempercepat pencapaian tujuan pembangunan kesejahteraan sosial. Partai politik dan distribusi sumber daya perlu dievaluasi agar adil dan tepat sasaran, guna mengatasi ketidakadilan dan ketimpangan sosial, serta membangun hubungan kemanusiaan yang sejahtera. “Muhammadiyah secara gamblang mengedepankan empati kemanusiaan tanpa melihat golongan atau kelompok, seluruhnya harus diberi perhatian dalam menjalankan kehidupan iman dan berketuhanan.” jelas beliau. UMM terus berupaya menjadi pionir dalam pengembangan keilmuan kesejahteraan sosial sebagai spirit gerakan Muhammadiyah. Disisi lain, Wakil Gubernur Jawa Timur Dr. Emil Elistianto Dardag, B.Bus., M.Sc menekankan pentingnya regulasi yang adaptif agar dapat menjawab kebutuhan sosial di tengah perubahan yang cepat. Kompleksitas permasalahan sosial menuntut semua pihak berkolaborasi dan memanfaatkan kemajuan teknologi informasi untuk mendukung pencapaian masyarakat yang lebih sejahtera. Paradigma baru kesejahteraan sosial mencakup digitalisasi layanan publik, perubahan ekonomi, integrasi jaring pengaman sosial, dan dukungan keluarga untuk menciptakan masyarakat yang lebih adil dan sejahtera. Alumni penggerak pemberdayaan masyarakat, Luthfi Jayadi Kurniawan menyambut baik acara kuliah umum ini. Menurutnya, tema paradigma baru diharapkan menjadi tonggak peningkatan kualitas pelayanan sosial untuk kesejahteraan sosial masyarakat yang lebih baik. Beliau berbagi pengalaman praktis dalam mengimplementasikan kebijakan pembangunan kesejahteraan sosial berbasis komunitas. Transformasi layanan sosial di era digital saat ini tidak bisa dielakkan. Paparan Dr. Fauzik Lendriyono, M.Si. menekankan tentang pentingnya semua pihak untuk kolaboratif memanfaatkan teknologi alternatif berbasis kecerdasan buatan (AI) dalam meningkatkan akses dan kualitas pelayanan sosial. Transformasi berbasis digital dan kolaborasi lintas sektor adalah kunci menuju pembangunan kesejahteraan sosial yang lebih adaptif dan responsif,” ujar Dr. Fauzik yang juga sebagai Ketua Program Studi Kesejahteraan Sosial UMM ini. Peserta Dapatkan Wawasan dan Inspirasi Peserta kuliah umum mengaku mendapatkan banyak inspirasi dari materi yang disampaikan para pembicara. Kesempatan untuk berdiskusi langsung dengan para narasumber melalui sesi tanya jawab semakin memperkaya pemahaman peserta. Materi yang relevan dengan kondisi dan kebutuhan praktis di lapangan menjadi nilai lebih dari kegiatan ini. Komitmen UMM untuk Masa Depan Kesejahteraan Sosial Indonesia Sebagai salah satu perguruan tinggi terdepan, UMM berkomitmen mencetak lulusan yang siap bersaing secara nasional dan global. Melalui kegiatan ini, UMM menunjukkan perannya dalam mendukung pembangunan kesejahteraan sosial yang lebih inklusif, adaptif, dan berbasis teknologi.

Pembukaan Center of Excellence Program Studi Kesejahteraan Sosial UMM Batch 2 dan Kelas Perdana Bersama Adab Youth Garage: Meningkatkan Peran Sosial dan Kualitas Layanan Masyarakat

Malang, 10 Desember 2024 – Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) resmi membuka Center of Excellence (CoE) Program Studi Kesejahteraan Sosial Batch 2 sebagai upaya meningkatkan kualitas pendidikan dan penelitian di bidang kesejahteraan sosial. Acara pembukaan yang berlangsung di My Dormy Hostel UMM ini dihadiri oleh Dekan FISIP, sekretaris kantor Center Of Excellence, para dosen,serta mitra DUDI dari Lembaga Pengkajian Kemasyarakatan dan Pembangunan (LPKP) dan Adab Youth Garrage (AYG). Center of Excellence (CoE) Program Studi Kesejahteraan Sosial Batch 2 ini bekerja sama dengan mitra Dunia Usaha Dunia Industri (DUDI) yaitu kelas Profesional Pemberdayaan yakni Lembaga Pengkajian Kemasyarakatan dan Pembangunan (LPKP), Organisasi Filantra, Adab Youth Garage (AYG), and Hospital Canselor Tuanku Muhriz UKM (HCTM). Dekan FISIP UMM, Prof. Dr. Muslimin Machmud, M.Si., dalam sambutannya menyampaikan bahwa keberadaan Center of Excellence Program Studi Kesejahteraan Sosial Batch 2 menjadi bukti bahwa seluruh elemen di UMM ini harus mengambil bagian dalam rangka mempersiapkan SDM yang nantinya akan menjadi generasi pembangun bangsa dan tersebut juga merupakan komitmen UMM untuk memajukan kesejahteraan sosial di Indonesia. “…. dengan adanya CoE dapat mempersingkat masa studi mahasiswa. mahasiswa tidak hanya memiliki pemahaman materi di kelas tetapi memiliki skil yang diharapkan dunia usaha dunia industri di luar sana sehingga nantinya dengan ilmu dan skil yang diperoleh mahasiswa dapat menjawab permasalahan yang ada di masyarakat.” Sekretaris Program Studi Kesejahteraan Sosial, Dra .Juli Astutik, M.Si. menyampaikan bahwa lulusan prodi kesos harus memiliki pengetahuan dan keterampilan sebanyak mungkin untuk menjawab permasalahan kesejahteraan sosial di masyarakat, sehingga dengan CoE ini mereka dapat menyerap ilmu dari mitra DUDI ditempat magang mereka nantinya. “Harapannya dengan adanya program CoE pemberdayaan masyarakat batch 2 di prodi kesos ini dapat mencetak mahasiswa yang tidak hanya memiliki ilmu di kelas saja akan tetapi juga menerapkan ilmu yang diperoleh dari mitra DUDI selama mereka magang sehingga kedepannya prodi kesos dapat mencetak mahasiswa yang unggul dan dapat menjawab permasalahan yang ada di masyarakat.” Ardik Praharjo,S.AB.,M.AB selaku sekretaris kantor CoE UMM pada sambutannya menyampaikan bahwa program di CoE bertujuan untuk membentuk lulusan UMM menjadi SDM yang unggul. ”Program yang ada di CoE diformulasikan untuk mendukung mahasiswa dalam mengembangkan skill pemahaman materi mereka. adanya permasalahan yang ada di masyarakat harus dikolaborasikan untuk meningkatkan kualitas sdm pendidikan. Dengan adanya CoE diharapkan dapat meningkatkan kebutuhan SDM yang berkualitas di masyarakat.” CoE Program Studi Kesejahteraan Sosial UMM Batch 2 akan berfokus pada kolaborasi antara dunia akademik,Mitra DUDI, dan lembaga-lembaga sosial untuk menciptakan solusi yang inovatif dalam menangani masalah sosial yang ada di masyarakat. Melalui kemitraan yang erat ini, diharapkan program-program yang dihasilkan akan memiliki dampak langsung dan nyata bagi masyarakat. Acara pembukaan CoE kelas pemberdayaan Program Studi Kesejahteraan Sosial UMM ini dibuka secara simbolis dengan diledakkannya konfeti oleh Dekan FISIP UMM dan Kaprodi Kesejahteraan Sosial. Dengan pembukaan CoE Batch 2 ini, UMM berharap dapat terus berkontribusi dalam pengembangan ilmu pengetahuan dan praktik di bidang kesejahteraan sosial, serta menciptakan generasi yang peduli terhadap perbaikan kualitas hidup masyarakat. setelah kegiatan pembukaan CoE batch 2 prodi kesos ini dilanjutkan dengan kegiatan kelas perdana yang dihadiri oleh mitra DUDI dari Adab Youth Garage (AYG). Dalam kesempatan kali ini Muhammad Norafiq Bin Zairuddin selaku pemateri dari AYG memberikan materi yang berkesan bagi mahasiswa. dalam kelas kali ini mahasiswa diajari untuk memiliki semangat kesetiakawanan dalam suatu organisasi. mahasiswa diminta untuk membuat grub dengan kriteria tertentu lalu masing masing grup diajari untuk bagaimana menentukan keuntungan dan kerugian dari usaha mereka. diperlukan diskusi dalam satu grup, lobbying antara grub sehingga terjadi suatu kesepakatan yang nantinya di total apakah grup tersebut untung atau rugi. kelas ditutup dengan tanya jawab dan penyampaian pesan kesan kepada mitra DUDI.

Kunjungan Studi SMK Bina Sejahtera Mandiri ke Program Studi Kesejahteraan Sosial UMM :Penguatan Potensi Pelayanan Sosial Masa Depan Di Perguruan Tinggi

SMK Bina Sejahtera Mandiri melakukan kunjungan studi ke Program Studi Kesejahteraan Sosial Universitas Muhammadiyah Malang (UMM). Kegiatan yang berlangsung di Aula BAU UMM ini bertujuan untuk memberikan wawasan praktis kepada siswa mengenai dunia kerja dan pendidikan di bidang kesejahteraan sosial. Rombongan yang terdiri dari siswa dan guru pendamping disambut hangat oleh jajaran dosen dan mahasiswa Program Studi Kesejahteraan Sosial UMM. Acara dimulai dengan sambutan dari Ketua Program Studi Kesejahteraan Sosial, yang memberikan pengantar mengenai pentingnya pendidikan dan profesi di bidang kesejahteraan sosial dalam membantu masyarakat mengatasi berbagai permasalahan sosial. setelah itu sesi ini dilanjutkan dengan pengenalan program studi kesejahteraan UMM. Setelah sesi sambutan, para siswa mengikuti paparan materi mengenai program-program unggulan yang ditawarkan oleh Prodi Kesejahteraan Sosial UMM. Sesi ini diakhiri dengan diskusi interaktif, di mana siswa antusias bertanya mengenai pengalaman mahasiswa dalam praktik lapangan dan kegiatan pengabdian masyarakat. Perwakilan guru dari SMK Bina Sejahtera Mandiri Menyampaikan rasa terima kasihnya kepada UMM atas penyelenggaraan kunjungan ini. “Kegiatan ini sangat bermanfaat bagi siswa kami untuk memperluas wawasan mereka tentang profesi pekerja sosial. Semoga ini menjadi inspirasi bagi mereka dalam menentukan masa depan,” ujarnya. Kunjungan studi ini diakhiri dengan sesi foto bersama di Aula BAU UMM. Kegiatan ini tidak hanya menjadi ajang pembelajaran, tetapi juga membangun hubungan baik antara SMK Bina Sejahtera Mandiri dan Universitas Muhammadiyah Malang. Ke depan, diharapkan kerja sama semacam ini dapat terus ditingkatkan demi mendukung pengembangan generasi muda yang peduli terhadap kesejahteraan sosial.

Kolaborasi Internasional Penelitian Publikasi Hasil Penelitian Dan Penguatan Kurikulum

Program Studi Kesejahteraan Sosial Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) kembali menunjukkan komitmennya dalam memperluas jejaring akademik melalui kerja sama internasional. Kali ini, Prodi Kesejahteraan Sosial UMM menjalin kolaborasi penelitian dengan Universitas Kebangsaan Malaysia (UKM). Kerja sama ini berfokus pada isu-isu kesejahteraan sosial global, termasuk pemberdayaan komunitas marginal dan kebijakan sosial di era digital. Dalam sambutannya Dr. Fauzik Lendriyono, M.Si, Ketua Prodi Kesejahteraan Sosial “Penelitian menjadi pondasi utama dalam pengembangan ilmu pengetahuan. Dosen didorong untuk aktif melakukan penelitian yang relevan dengan isu-isu sosial terkini, baik di tingkat lokal, nasional, maupun internasional. Maka dari itu, saya harap dengan adanya kolaborasi internasional ini dapat meningkatkan kajian penelitian yang akan bekerjasama dengan UMM – UKM. Dengan tujuan untuk menjawab tantangan sosial di masyarakat sesuai dengan kajian Kesejahteraan Sosial.” Muhamad Salis Yuniardi, M.Psi, PhD, selaku Wakil Rektor IV UMM ”Dalam rangka kolaborasi internasional saya menyarankan adanya pertukaran ide pikiran dalam menuliskan penelitian antara Prodi Kesos UMM dengan UKM. Terutama dengan isu-isu sosial yang terkini dan sosial teknologi untuk menyesuaikan perkembangan saat ini. Dengan tetap menerapkan fokus bidang masing-masing dosen terkait penelitian. Pada saat ini Riset yang paling relevan adalah berkaitan dengan SDG’s. Maka sesuaikan dengan fokus dan relevansinya” ujarnya. Menurut Ketua Program Kerja Sosial Pensyarah UKM Dr. Norulhuda Sarson ”Prodi Kesos UMM – Program Kerja Sosial UKM akan selaraskan tema dan bidang sesuai pakar Dosen dalam penelitian agar memudahkan berkolaborasi dalam penelitian.” Kolaborasi ini menjadi bukti nyata bahwa Prodi Kesejahteraan Sosial UMM terus berkomitmen meningkatkan kualitas akademik melalui jejaring internasional. Harapannya, kerja sama ini tidak hanya memperkaya ilmu pengetahuan, tetapi juga memberikan solusi konkret bagi berbagai permasalahan sosial di masyarakat.

Kuliah Tamu Center of Excellence Prodi Kesos Hadirkan Mitra DUDI dari organisasi Filantra

Malang, 14 November 2024– Program Studi Kesejahteraan Sosial Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik UMM menggelar Kuliah Tamu yang menghadirkan mitra Dunia Usaha dan Dunia Industri (DUDI) dari lembaga filantropi. Kegiatan ini merupakan bagian dari upaya pengembangan kerjasama dengan berbagai lembaga untuk memperluas wawasan dan pengalaman mahasiswa dalam bidang sosial. Acara yang digelar pada, 14 November 2024, di Aula FISIP ini menghadirkan perwakilan dari lembaga filantra sebagai Mitra DUDI, sebuah organisasi yang fokus pada pemberdayaan masyarakat melalui program-program sosial dan bantuan kemanusiaan. Mitra DUDI tersebut berbagi pengalaman dalam mengelola berbagai proyek filantropi, serta membahas pentingnya kolaborasi antara akademisi dan sektor sosial dalam memecahkan masalah-masalah sosial di masyarakat. “Kolaborasi antara dunia akademik dan dunia filantropi memiliki peran yang sangat penting dalam menciptakan perubahan sosial yang berkelanjutan. Mahasiswa Kesejahteraan Sosial dapat belajar banyak dari pengalaman nyata yang dibagikan oleh mitra kami, yang bekerja langsung dengan masyarakat dan pemerintah,” ujar Dr. Fauzik Lendriyono, M.Si, Ketua Prodi Kesejahteraan Sosial, dalam sambutannya. Kuliah Tamu ini bertujuan untuk memberikan gambaran kepada mahasiswa tentang bagaimana teori-teori yang mereka pelajari di bangku kuliah dapat diterapkan dalam dunia nyata, khususnya dalam dunia sosial yang penuh tantangan. Selain itu, acara ini juga menjadi ajang networking bagi mahasiswa untuk menjalin hubungan dengan berbagai pihak yang terlibat dalam kegiatan filantropi dan pemberdayaan sosial. Dalam sesi diskusi, perwakilan Lembaga Filantra menyampaikan mengenai materi intervensi pada komunitas, Development for Community (masyarakat sebagai objek pembangunan), Development with Community (masyarakat sebagai mitra pembangunan),Development of  Community (masyarakat sebagai agen pembangunan). Materi yang disampaikan sangat relevan bagi mahasiswa dalam menerapkan praktik pekerja sosial nantinya.  pentingnya pendekatan yang holistik dalam menangani isu-isu sosial, seperti kemiskinan, pendidikan, dan kesehatan, serta peran yang dapat dimainkan oleh mahasiswa Kesejahteraan Sosial dalam merancang dan melaksanakan program-program yang berdampak positif bagi masyarakat. Kuliah Tamu ini mendapat apresiasi yang tinggi dari mahasiswa, yang mengaku merasa lebih siap untuk terjun ke dunia profesional setelah mendapat wawasan langsung dari para praktisi di lapangan. Selain itu, mereka juga mendapatkan informasi mengenai peluang magang dan kerja sama dengan lembaga-lembaga sosial yang dapat membantu pengembangan karir mereka di masa depan. Acara ini merupakan bagian dari komitmen Prodi Kesejahteraan Sosial untuk terus memperluas jejaring dan memperkaya pengalaman mahasiswa dalam dunia kerja melalui kerjasama dengan berbagai lembaga, baik dari sektor filantropi, pemerintahan, maupun sektor swasta.

Prodi Kesejahteraan Sosial UMM Jalin Kerjasama dengan NGO Internasional Filantra

Bandung, 5 Agustus 2024 – Program Studi Kesejahteraan Sosial Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) telah menyepakati kerjasama dengan NGO Internasional Filantra. Kerjasama ini bertujuan untuk memperkuat dan memperluas relasi Prodi Kesejahteraan Sosial, khususnya dalam mendukung Centre of Excellence (CoE) #2 serta menyediakan lebih banyak peluang praktikum dan magang bagi mahasiswa. Kerjasama ini diharapkan dapat meningkatkan kualitas pendidikan dan pengalaman praktik mahasiswa melalui kolaborasi dengan Filantra, yang memiliki reputasi global dalam bidang pendampingan dan pemberdayaan masyarakat. Melalui kerjasama ini, mahasiswa dapat berkesempatan untuk terlibat dalam berbagai program dan proyek sosial Filantra sehingga dapat memperkaya pengetahuan dan keterampilan dalam bidang pemberdayaan masyarakat. Filantra sangat menyambut baik kerjasama ini dan mengungkapkan harapannya untuk dapat berkontribusi dalam pembinaan mahasiswa UMM melalui program-program yang ada. Dengan adanya kerjasama ini, diharapkan mahasiswa Prodi Kesejahteraan Sosial UMM dapat mengembangkan kompetensi dan siap terjun ke dunia kerja di bidang-bidang pemberdayaan masyarakat. Upaya kerjasama ini adalah bagian dari Prodi Kesejahteraan Sosial untuk terus meningkatkan kualitas pendidikan melalui jaringan-jaringan yang relevan dengan praktik di bidang-bidang kesejahteraan sosial.