MALANG – Perjalanan karier setiap alumni memiliki ceritanya sendiri. Bagi Anggraito Wisnu Aji, alumni Program Studi Kesejahteraan Sosial Universitas Muhammadiyah Malang angkatan 2022, langkah setelah lulus justru menjadi awal untuk terus berkembang di dunia akademik sekaligus profesional.

Setelah menyelesaikan studi sarjana di Kesejahteraan Sosial UMM, Wisnu melanjutkan pendidikan Magister Sosiologi di UMM. Di masa studinya, ia juga aktif sebagai asisten dosen sekaligus terlibat dalam lingkungan akademik bersama dosen yang saat itu menjabat sebagai Wakil Direktur Bidang Penelitian dan Pengabdian DPPM UMM. Semangat belajarnya membawanya meraih pendanaan hibah Tesis Magister dari Dikti pada 2023. Tak berhenti di sana, pada 2024 ia lulus sebagai mahasiswa terbaik Program Studi Magister Sosiologi.

Kini, Wisnu membangun karier di bidang Corporate Social Responsibility (CSR) sebagai Staff CSR & ISO di PT Arah Environmental Indonesia, Bekasi. Sebelum berada di posisinya saat ini, ia telah memiliki berbagai pengalaman di bidang pemberdayaan masyarakat, mulai dari Social Mapping Intern hingga Fasilitator Program UMKM. Pengalaman tersebut memperkuat minatnya untuk terus berkontribusi pada isu sosial dan pembangunan masyarakat melalui jalur profesional.

Menurut Wisnu, bekal yang diperoleh selama menempuh pendidikan di Kesejahteraan Sosial UMM sangat membantunya saat memasuki dunia kerja. Pemahaman mengenai pendekatan mikro, mezzo, dan makro dalam kesejahteraan sosial, ditambah kemampuan berinteraksi dengan masyarakat, menjadi modal penting yang masih ia gunakan hingga sekarang.

Baginya, salah satu pengalaman paling berkesan selama kuliah adalah saat berhasil memperoleh pendanaan Program Kreativitas Mahasiswa (PKM) dari Kemdikbud pada 2021. Selain itu, kesempatan terjun langsung ke masyarakat dan bertemu dengan teman-teman dari latar belakang budaya yang beragam menjadi pengalaman yang membentuk cara pandangnya hingga hari ini.

Meski demikian, Wisnu juga menyadari adanya tantangan ketika memasuki dunia kerja, terutama terkait kesenjangan antara ilmu yang dipelajari di bangku kuliah dengan keterampilan teknis yang dibutuhkan di dunia profesional, khususnya di bidang CSR. Karena itu, ia banyak mempelajari berbagai pengetahuan dan skill tambahan secara mandiri setelah lulus.

Ia pun membagikan pesan untuk mahasiswa Kesejahteraan Sosial UMM yang saat ini sedang menempuh studi. Menurutnya, ilmu kesejahteraan sosial tetap menjadi fondasi yang sangat penting. Namun, mahasiswa juga perlu mulai mempelajari keterampilan tambahan yang sesuai dengan bidang karier yang ingin dituju.

“Ilmu tentang kesejahteraan sosial itu penting, tetapi skill yang dibutuhkan dunia kerja sesuai fokus karier juga tidak kalah penting. Pelajari sejak masih kuliah agar setelah lulus lebih siap menghadapi dunia kerja. Kalau ada kesempatan kerja atau magang, ambil saja, karena pengalaman itu bisa menjadi nilai tambah yang dilihat oleh recruiter,” ujarnya.

Menutup wawancara, Wisnu menyampaikan optimismenya terhadap perkembangan Program Studi Kesejahteraan Sosial UMM. Menurutnya, kualitas Kesejahteraan Sosial UMM akan terus meningkat seiring proses pengembangan internal yang berjalan beriringan dengan kualitas sumber daya manusianya, terutama para mahasiswa.

Ia juga menyampaikan pesan singkat namun penuh makna untuk mahasiswa Kesejahteraan Sosial UMM: You have to be confident, don’t feel inferior!