MALANG – Program Studi Kesejahteraan Sosial sukses menyelenggarakan Kuliah Tamu Internasional dengan menghadirkan akademisi dan praktisi dari Indonesia serta Malaysia untuk membahas transformasi pekerjaan sosial di era digital dan tantangan profesi pekerja sosial di Asia Tenggara. Kegiatan ini menjadi ruang pertukaran gagasan lintas negara mengenai perkembangan pendidikan kerja sosial, tantangan profesi, hingga adaptasi teknologi dalam pelayanan sosial.

Melalui forum ini, peserta mendapat kesempatan berdialog langsung dengan para akademisi dan praktisi yang telah lama berkecimpung di bidang pekerjaan sosial, sekaligus memperkaya perspektif lintas negara terkait perkembangan profesi tersebut. Dr. Puji Pujiono, MSW., RSW. selaku keynote speaker menyampaikan bahwa pengembangan pelatihan dan sertifikasi kompetensi menjadi langkah penting dalam menyiapkan pekerja sosial yang profesional dan mampu menjawab kebutuhan masyarakat yang terus berkembang.

“Pekerja sosial perlu terus memperluas perannya di berbagai sektor, termasuk pendidikan, dengan didukung kompetensi dan sertifikasi yang kuat,” ujarnya.

Program Studi Kesejahteraan Sosial juga menghadirkan Dekan Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik UMM, Dr. Fauzik Lendriyono, M.Si., yang membahas pentingnya adaptasi teknologi dalam pelayanan sosial. Dalam pemaparannya, ia menegaskan bahwa pekerja sosial perlu terus beradaptasi dengan perkembangan teknologi agar mampu memberikan pelayanan yang lebih efektif, responsif, dan sesuai dengan kebutuhan masyarakat saat ini. Menurutnya, transformasi pelayanan sosial tidak lagi dapat bergantung pada cara-cara konvensional, tetapi perlu bergerak menuju pendekatan digital yang lebih fleksibel, berbasis data, serta mampu menjangkau masyarakat secara lebih luas melalui layanan hybrid, baik secara langsung maupun daring.

“Teknologi adalah alat untuk memperkuat pelayanan sosial, bukan menggantikan nilai kemanusiaan di dalamnya. Pekerja sosial harus mampu menguasai teknologi, bukan justru dikuasai teknologi,” ujarnya.

Program Studi Kesejahteraan Sosial juga turut menjalin kerja sama dengan berbagai mitra di tingkat nasional maupun internasional. Salah satu mitra internasional tersebut adalah Universiti Kebangsaan Malaysia. Melalui kolaborasi ini, Program Studi Kesejahteraan Sosial menghadirkan narasumber inspiratif dan berpengalaman, Prof. Madya Dr. Mohd Suhaimi Bin Mohamad, Dekan Fakultas Sains Sosial dan Kemanusiaan UKM.

Dalam pemaparannya, ia menyoroti tantangan profesi pekerja sosial di Malaysia yang hingga kini belum memiliki payung hukum khusus seperti di Indonesia. Menurutnya, isu tersebut menjadi tantangan bersama di kawasan Nusantara, sekaligus menegaskan pentingnya peran pekerja sosial dalam menjaga keseimbangan sosial di tengah dinamika masyarakat yang terus berkembang.

Kuliah tamu ini juga semakin memperkaya diskusi melalui pandangan praktisi pekerjaan sosial di Indonesia. Ketua Umum DPP Ikatan Pekerja Sosial Profesional Indonesia (IPSPI) Jawa Timur, Lutfi J. Kurniawan, turut membagikan pengalaman serta pandangannya mengenai perkembangan profesi pekerja sosial di tengah perubahan sosial yang semakin dinamis.

Dalam pemaparannya, ia menyoroti peluang sekaligus tantangan praktik pekerjaan sosial di Indonesia. Ia menegaskan bahwa pekerja sosial tidak hanya berperan dalam pendampingan, tetapi juga memiliki ruang besar dalam pemberdayaan masyarakat, analisis kebijakan, hingga penelitian sosial. Menurutnya, profesi pekerja sosial perlu ditopang oleh dasar keilmuan yang kuat, perspektif yang luas, serta kemampuan membaca persoalan sosial secara kritis.

Melalui Kuliah Tamu Internasional ini, Program Studi Kesejahteraan Sosial berharap mahasiswa memperoleh wawasan yang lebih luas mengenai perkembangan pekerjaan sosial di tingkat global, sekaligus semakin siap menghadapi tantangan profesi di tengah perubahan sosial dan kemajuan teknologi yang terus berkembang.