UMM Dorong Transformasi dalam Manajemen Kesejahteraan Sosial

Malang, 17 Desember 2024 – Upaya transformasi kesejahteraan sosial di Indonesia kembali mendapat dukungan penuh dari Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) melalui penyelenggaraan Kuliah Umum Nasional bertajuk “Paradigma Baru dalam Manajemen Pembangunan Kesejahteraan Sosial di Indonesia”. Kegiatan yang berlangsung di Aula Lantai 9 Gedung GKB 4 UMM ini menghadirkan lima narasumber utama yang membahas paradigma baru dalam pengelolaan kesejahteraan sosial. Acara yang dihadiri ratusan peserta dari berbagai unsur, mulai dari mahasiswa, pelajar, praktisi hingga pekerja sosial ini bertujuan memperkuat kolaborasi lintas sektor dan mendorong penggunaan teknologi digital sebagai solusi inovatif dalam pembangunan kesejahteraan sosial. Empat Tokoh Kunci Hadirkan Perspektif Baru Dalam paparan Rektor Universitas Muhammadiyah Malang, Prof. Dr. Nazaruddin Malik, S.E., M.Si menegaskan pentingnya paradigma baru dalam manajemen kesejahteraan sosial berbasis data dan kolaborasi lintas sektor. Negara menjadi mediator keadilan sosial berbasis Pancasila, pastikan akses setara dan empati kemanusiaan bagi seluruh masyarakat. Pengelolaan berbasis teknologi digital akan mempercepat pencapaian tujuan pembangunan kesejahteraan sosial. Partai politik dan distribusi sumber daya perlu dievaluasi agar adil dan tepat sasaran, guna mengatasi ketidakadilan dan ketimpangan sosial, serta membangun hubungan kemanusiaan yang sejahtera. “Muhammadiyah secara gamblang mengedepankan empati kemanusiaan tanpa melihat golongan atau kelompok, seluruhnya harus diberi perhatian dalam menjalankan kehidupan iman dan berketuhanan.” jelas beliau. UMM terus berupaya menjadi pionir dalam pengembangan keilmuan kesejahteraan sosial sebagai spirit gerakan Muhammadiyah. Disisi lain, Wakil Gubernur Jawa Timur Dr. Emil Elistianto Dardag, B.Bus., M.Sc menekankan pentingnya regulasi yang adaptif agar dapat menjawab kebutuhan sosial di tengah perubahan yang cepat. Kompleksitas permasalahan sosial menuntut semua pihak berkolaborasi dan memanfaatkan kemajuan teknologi informasi untuk mendukung pencapaian masyarakat yang lebih sejahtera. Paradigma baru kesejahteraan sosial mencakup digitalisasi layanan publik, perubahan ekonomi, integrasi jaring pengaman sosial, dan dukungan keluarga untuk menciptakan masyarakat yang lebih adil dan sejahtera. Alumni penggerak pemberdayaan masyarakat, Luthfi Jayadi Kurniawan menyambut baik acara kuliah umum ini. Menurutnya, tema paradigma baru diharapkan menjadi tonggak peningkatan kualitas pelayanan sosial untuk kesejahteraan sosial masyarakat yang lebih baik. Beliau berbagi pengalaman praktis dalam mengimplementasikan kebijakan pembangunan kesejahteraan sosial berbasis komunitas. Transformasi layanan sosial di era digital saat ini tidak bisa dielakkan. Paparan Dr. Fauzik Lendriyono, M.Si. menekankan tentang pentingnya semua pihak untuk kolaboratif memanfaatkan teknologi alternatif berbasis kecerdasan buatan (AI) dalam meningkatkan akses dan kualitas pelayanan sosial. Transformasi berbasis digital dan kolaborasi lintas sektor adalah kunci menuju pembangunan kesejahteraan sosial yang lebih adaptif dan responsif,” ujar Dr. Fauzik yang juga sebagai Ketua Program Studi Kesejahteraan Sosial UMM ini. Peserta Dapatkan Wawasan dan Inspirasi Peserta kuliah umum mengaku mendapatkan banyak inspirasi dari materi yang disampaikan para pembicara. Kesempatan untuk berdiskusi langsung dengan para narasumber melalui sesi tanya jawab semakin memperkaya pemahaman peserta. Materi yang relevan dengan kondisi dan kebutuhan praktis di lapangan menjadi nilai lebih dari kegiatan ini. Komitmen UMM untuk Masa Depan Kesejahteraan Sosial Indonesia Sebagai salah satu perguruan tinggi terdepan, UMM berkomitmen mencetak lulusan yang siap bersaing secara nasional dan global. Melalui kegiatan ini, UMM menunjukkan perannya dalam mendukung pembangunan kesejahteraan sosial yang lebih inklusif, adaptif, dan berbasis teknologi.
Kunjungan Studi SMK Bina Sejahtera Mandiri ke Program Studi Kesejahteraan Sosial UMM :Penguatan Potensi Pelayanan Sosial Masa Depan Di Perguruan Tinggi

SMK Bina Sejahtera Mandiri melakukan kunjungan studi ke Program Studi Kesejahteraan Sosial Universitas Muhammadiyah Malang (UMM). Kegiatan yang berlangsung di Aula BAU UMM ini bertujuan untuk memberikan wawasan praktis kepada siswa mengenai dunia kerja dan pendidikan di bidang kesejahteraan sosial. Rombongan yang terdiri dari siswa dan guru pendamping disambut hangat oleh jajaran dosen dan mahasiswa Program Studi Kesejahteraan Sosial UMM. Acara dimulai dengan sambutan dari Ketua Program Studi Kesejahteraan Sosial, yang memberikan pengantar mengenai pentingnya pendidikan dan profesi di bidang kesejahteraan sosial dalam membantu masyarakat mengatasi berbagai permasalahan sosial. setelah itu sesi ini dilanjutkan dengan pengenalan program studi kesejahteraan UMM. Setelah sesi sambutan, para siswa mengikuti paparan materi mengenai program-program unggulan yang ditawarkan oleh Prodi Kesejahteraan Sosial UMM. Sesi ini diakhiri dengan diskusi interaktif, di mana siswa antusias bertanya mengenai pengalaman mahasiswa dalam praktik lapangan dan kegiatan pengabdian masyarakat. Perwakilan guru dari SMK Bina Sejahtera Mandiri Menyampaikan rasa terima kasihnya kepada UMM atas penyelenggaraan kunjungan ini. “Kegiatan ini sangat bermanfaat bagi siswa kami untuk memperluas wawasan mereka tentang profesi pekerja sosial. Semoga ini menjadi inspirasi bagi mereka dalam menentukan masa depan,” ujarnya. Kunjungan studi ini diakhiri dengan sesi foto bersama di Aula BAU UMM. Kegiatan ini tidak hanya menjadi ajang pembelajaran, tetapi juga membangun hubungan baik antara SMK Bina Sejahtera Mandiri dan Universitas Muhammadiyah Malang. Ke depan, diharapkan kerja sama semacam ini dapat terus ditingkatkan demi mendukung pengembangan generasi muda yang peduli terhadap kesejahteraan sosial.
Kolaborasi Internasional Penelitian Publikasi Hasil Penelitian Dan Penguatan Kurikulum

Program Studi Kesejahteraan Sosial Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) kembali menunjukkan komitmennya dalam memperluas jejaring akademik melalui kerja sama internasional. Kali ini, Prodi Kesejahteraan Sosial UMM menjalin kolaborasi penelitian dengan Universitas Kebangsaan Malaysia (UKM). Kerja sama ini berfokus pada isu-isu kesejahteraan sosial global, termasuk pemberdayaan komunitas marginal dan kebijakan sosial di era digital. Dalam sambutannya Dr. Fauzik Lendriyono, M.Si, Ketua Prodi Kesejahteraan Sosial “Penelitian menjadi pondasi utama dalam pengembangan ilmu pengetahuan. Dosen didorong untuk aktif melakukan penelitian yang relevan dengan isu-isu sosial terkini, baik di tingkat lokal, nasional, maupun internasional. Maka dari itu, saya harap dengan adanya kolaborasi internasional ini dapat meningkatkan kajian penelitian yang akan bekerjasama dengan UMM – UKM. Dengan tujuan untuk menjawab tantangan sosial di masyarakat sesuai dengan kajian Kesejahteraan Sosial.” Muhamad Salis Yuniardi, M.Psi, PhD, selaku Wakil Rektor IV UMM ”Dalam rangka kolaborasi internasional saya menyarankan adanya pertukaran ide pikiran dalam menuliskan penelitian antara Prodi Kesos UMM dengan UKM. Terutama dengan isu-isu sosial yang terkini dan sosial teknologi untuk menyesuaikan perkembangan saat ini. Dengan tetap menerapkan fokus bidang masing-masing dosen terkait penelitian. Pada saat ini Riset yang paling relevan adalah berkaitan dengan SDG’s. Maka sesuaikan dengan fokus dan relevansinya” ujarnya. Menurut Ketua Program Kerja Sosial Pensyarah UKM Dr. Norulhuda Sarson ”Prodi Kesos UMM – Program Kerja Sosial UKM akan selaraskan tema dan bidang sesuai pakar Dosen dalam penelitian agar memudahkan berkolaborasi dalam penelitian.” Kolaborasi ini menjadi bukti nyata bahwa Prodi Kesejahteraan Sosial UMM terus berkomitmen meningkatkan kualitas akademik melalui jejaring internasional. Harapannya, kerja sama ini tidak hanya memperkaya ilmu pengetahuan, tetapi juga memberikan solusi konkret bagi berbagai permasalahan sosial di masyarakat.
Kuliah Tamu Center of Excellence Prodi Kesos Hadirkan Mitra DUDI dari organisasi Filantra

Malang, 14 November 2024– Program Studi Kesejahteraan Sosial Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik UMM menggelar Kuliah Tamu yang menghadirkan mitra Dunia Usaha dan Dunia Industri (DUDI) dari lembaga filantropi. Kegiatan ini merupakan bagian dari upaya pengembangan kerjasama dengan berbagai lembaga untuk memperluas wawasan dan pengalaman mahasiswa dalam bidang sosial. Acara yang digelar pada, 14 November 2024, di Aula FISIP ini menghadirkan perwakilan dari lembaga filantra sebagai Mitra DUDI, sebuah organisasi yang fokus pada pemberdayaan masyarakat melalui program-program sosial dan bantuan kemanusiaan. Mitra DUDI tersebut berbagi pengalaman dalam mengelola berbagai proyek filantropi, serta membahas pentingnya kolaborasi antara akademisi dan sektor sosial dalam memecahkan masalah-masalah sosial di masyarakat. “Kolaborasi antara dunia akademik dan dunia filantropi memiliki peran yang sangat penting dalam menciptakan perubahan sosial yang berkelanjutan. Mahasiswa Kesejahteraan Sosial dapat belajar banyak dari pengalaman nyata yang dibagikan oleh mitra kami, yang bekerja langsung dengan masyarakat dan pemerintah,” ujar Dr. Fauzik Lendriyono, M.Si, Ketua Prodi Kesejahteraan Sosial, dalam sambutannya. Kuliah Tamu ini bertujuan untuk memberikan gambaran kepada mahasiswa tentang bagaimana teori-teori yang mereka pelajari di bangku kuliah dapat diterapkan dalam dunia nyata, khususnya dalam dunia sosial yang penuh tantangan. Selain itu, acara ini juga menjadi ajang networking bagi mahasiswa untuk menjalin hubungan dengan berbagai pihak yang terlibat dalam kegiatan filantropi dan pemberdayaan sosial. Dalam sesi diskusi, perwakilan Lembaga Filantra menyampaikan mengenai materi intervensi pada komunitas, Development for Community (masyarakat sebagai objek pembangunan), Development with Community (masyarakat sebagai mitra pembangunan),Development of Community (masyarakat sebagai agen pembangunan). Materi yang disampaikan sangat relevan bagi mahasiswa dalam menerapkan praktik pekerja sosial nantinya. pentingnya pendekatan yang holistik dalam menangani isu-isu sosial, seperti kemiskinan, pendidikan, dan kesehatan, serta peran yang dapat dimainkan oleh mahasiswa Kesejahteraan Sosial dalam merancang dan melaksanakan program-program yang berdampak positif bagi masyarakat. Kuliah Tamu ini mendapat apresiasi yang tinggi dari mahasiswa, yang mengaku merasa lebih siap untuk terjun ke dunia profesional setelah mendapat wawasan langsung dari para praktisi di lapangan. Selain itu, mereka juga mendapatkan informasi mengenai peluang magang dan kerja sama dengan lembaga-lembaga sosial yang dapat membantu pengembangan karir mereka di masa depan. Acara ini merupakan bagian dari komitmen Prodi Kesejahteraan Sosial untuk terus memperluas jejaring dan memperkaya pengalaman mahasiswa dalam dunia kerja melalui kerjasama dengan berbagai lembaga, baik dari sektor filantropi, pemerintahan, maupun sektor swasta.
Pelepasan Praktikum Internasional Kelembagaan Prodi Kesejahteraan Sosial FISIP UMM: Memantapkan Keterampilan Pekerja Sosial di Lapangan

Malang, 1 Agustus 2024 Program Studi Kesejahteraan Sosial, Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIP) Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) mengadakan acara pelepasan Praktikum Internasional Kelembagaan. Bagi mahasiswa Program Studi (Prodi) Kesejahteraan Sosial, acara ini berlangsung di halaman Rektorat UMM dan dihadiri oleh Prof. Dr. H. Nazaruddin Malik, SE., M.Si. selaku Rektor UMM, Prof. Dr. Muslimin Machmud, M.Si selaku Dekan FISIP, serta jajaran Dosen Prodi Kesejahteraan Sosial, tamu undangan dari perwakilan Lembaga, dan juga para Mahasiswa Prodi Kesejahteraan Sosial yang akan menjalani Praktikum Kelembagaan. Praktikum ini merupakan bagian dari kurikulum yang dirancang untuk memberikan pengalaman langsung kepada mahasiswa dalam menerapkan ilmu yang telah dipelajari selama perkuliahan. Praktikum kelembagaan ini bertujuan untuk mempersiapkan mahasiswa menghadapi tantangan nyata di dunia kerja dan berkontribusi dalam meningkatkan kesejahteraan sosial di masyarakat. Dalam sambutannya, Rektor UMM, Prof. Dr. Nazaruddin Malik, SE., M.Si., menyatakan, “Program Praktikum Internasional merupakan salah satu wujud komitmen Universitas Muhammadiyah Malang untuk memberikan pengalaman belajar yang komprehensif dan global kepada para mahasiswa. Melalui program ini, mahasiswa tidak hanya mendapatkan kesempatan untuk mengaplikasikan pengetahuan yang telah mereka peroleh di bangku kuliah, tetapi juga memperluas wawasan dan jaringan internasional.” Ketua Program Studi Kesejahteraan Sosial Dr. Fauzik Lendriyono, M.Si mengungkapkan “Program Praktikum ini dilaksanakan dengan tujuan untuk memberikan kesempatan mahasiswa untuk mengembangkan kemampuan praktik pekerjaan sosial baik di dalam maupun di luar negeri, hal ini sejalan dengan tuntutan kedepannya bahwa mahasiswa harus mampu menjadikan ilmu yang telah didapatkan memiliki efek di masyarakat, sebelum melakukan kegiatan praktikum ini mahasiswa terlebih dahulu mendapatkan pembekalan penguatan skill pekerja sosial ”. Program Praktikum Internasional Kelembagaan ini melibatkan 6 mahasiswa dari Universiti Kebangsaan Malaysia (UKM) dan 90 Mahasiswa Universitas Muhammadiyah Malang (UMM). Adapun diantaranya 8 Mahasiswa dari UMM akan melaksanakan Praktikum di Rumah Sakit Universiti Kebangsaan Malaysia (UKM) dan Adab Youth Garrage yang merupakan NGO Internasional di Malaysia, sedangkan 82 mahasiswa UMM yang lainya akan melakukan praktikum di Unit Pelaksanaan Teknis (UPT) yang ada dibawah dinas Sosial Jawa Timur dan Lembaga dibawah Kanwil Kemenkumham Jawa Timur. Lokasi praktikum kali ini berlokasi di Lapas Perempuan Malang, Lapas Kelas 1 Malang, LPKA Kelas 1 Blitar, UPT Perlindungan Dan Pelayanan Sosial Asuhan Balita Sidoarjo, UPT Rehabilitasi Sosial Bina Laras Kediri, UPT Pelayanan Sosial Tresna Werdha Blitar, UPT Pelayanan Sosial Tresna Werdha Pasuruan, UPT Rehabilitasi Sosial Tuna Rungu Wicara Pasuruan, UPT Rehabilitasi Sosial Bina Netra Kota Malang, dan Yayasan Peduli Kasih KNDJH. Acara pelepasan ini melakukan acara simbolik dengan menerbangkan merpati sebagai bentuk pelepasan mahasiswa praktikan yang akan melaksanakan praktikum di lembaga yang telah dibagi. acara ini diakhiri dengan doa bersama dan harapan agar seluruh mahasiswa dapat menjalani praktikum dengan baik, memperoleh pengalaman berharga, serta memberikan dampak positif bagi lembaga dan masyarakat yang terlibat. Dengan berakhirnya acara pelepasan ini, mahasiswa Prodi Kesejahteraan Sosial FISIP UMM kini siap untuk memulai perjalanan praktikum mereka, mengaplikasikan pengetahuan yang telah diperoleh, dan memperkuat keterampilan profesional mereka di lapangan.
Workshop Peninjauan Visi dan Misi Program Studi Kesejahteraan Sosial Sebagai Bentuk Kolaborasi Untuk Masa Depan

Jumat, 12 Juli 2024 Program Studi Kesejahteraan Sosial Universitas Muhammadiyah Malang mengadakan Workshop Pemutakhiran Visi, Misi, Tujuan, Dan Strategi Kurikulum Program Studi Kesejahteraan Sosial. Kegiatan ini dihadiri oleh Dosen dari Prodi Kesejahteraan Sosial, Prof. Dr. Muslimin Machmud, M.Si selaku Dekan FISIP, Prof. Akhsanul In’am, Ph.D selaku Wakil Rektor I, Profesor Dr. Ir. Jabal Tarik Ibrahim, M.Si selaku Kepala BPMI UMM, Serta beberapa mitra magang Prodi Kesejahteraan Sosial. Workshop ini dibuka oleh Dr. Fauzik Lendriyono, M.Si selaku Ketua Program Studi Kesejahteraan Sosial, dengan menyampaikan tentang program magang digunakan untuk meningkatkan keterampilan di pelayanan sosial, “Program magang yang digagas oleh Prodi Kesejahteraan Sosial ini berguna untuk mahasiswa dalam meningkatkan keterampilan di layanan sosial sehingga tidak hanya mengetahui teorinya saja akan tetapi juga praktek di lapangan“, ujar Kaprodi Kesos. Dalam acara ini dihadiri oleh 11 mitra supervisor atau pembimbing, diharapkan kehadiran mitra ini akan membantu dalam penyusunan kurikulum yang nantinya digunakan agar mahasiswa dapat memiliki keahlian yang sesuai pada saat bekerja menangani klien. Dekan FISIP, Prof. Dr. Muslimin Machmud, M.Si dalam sambutannya menyampaikan bahwa visi misi prodi bisa dijalankan dengan bantuan mitra dalam menghadapi realitas di luar kampus, “Dengan bantuan mitra diharapkan visi misi yang digagas oleh Prodi nantinya bisa relevan dengan setting di masyarakat. Visi misi yang nanti direncanakan bisa disamakan dengan kriteria dari fakultas terlebih lagi kampus sudah memasuki akreditasi Internasional.” Prof. Akhsanul In’am, PhD, dalam sambutannya menyampaikan bahwa Prodi kesejahteraan Sosial adalah salah satu Prodi terbaik di UMM dikarenakan salah satu Prodi yang menjalankan implementasi dari al-maun sesuai yang digagas oleh KH Ahmad Dahlan. “Integrasi keilmuan dan keagamaan terlihat dari RPS Prodi Kesos ini, mengenai visi Kesejahteraan Sosial yang sesuai dengan al-maun, bagaimana kita bisa memberikan pengajaran ke mahasiswa mengenai penerapan surat al-maun dan Al-Baqarah ayat 261 dalam setting keilmuan Kesejahteraan Sosial“ ujar Wakil Rektor I UMM. Acara ini menyampaikan paparan mengenai Tinjauan Visi dan Misi Program Studi yang dibawakan oleh Dr. Fauzik Lendriyono, M.Si , selaku Kepala Program Studi Kesejahteraan Sosial. Materi kedua yaitu Strategi Pengembangan Kurikulum yang disampaikan oleh Prof. Dr. Ir. Jabal Tarikh Ibrahim dan Dr. Saiman, M.Si dari BPMI UMM. Acara ditutup dengan sesi diskusi kelompok dengan tema Pemutakhiran Visi, Misi, Tujuan, dan Strategi Kurikulum yang dipandu oleh Zaenal Abidin, S.Sos., M.Si.
Program Studi Kesejahteraan Sosial Melaksanakan Acara Penutupan dan Seminar Hasil Magang CoE

Kamis,11 Juli 2024, Program Studi Kesejahteraan Sosial Universitas Muhammadiyah Malang menggelar acara penutupan dan juga seminar hasil magang bagi mahasiswa di Center of Excellence( CoE). Acara ini diadakan di Aula FISIP GKB 1 lantai 6, dan hadiri oleh dosen Prodi Kesejahteraan Sosial, mahasiswa Kesejahteraan Sosial, serta mitra Dudi dari lembaga pengkajian kemasyarakatan dan pembangunan (LPKP) Jawa Timur. Acara dimulai dengan sambutan dari Ketua Program Studi Kesejahteraan Sosial, Dr. Fauzik Lendriyono, M.Si, yang menyampaikan apresiasi kepada mahasiswa yang telah menjalani program magang CoE ini. “Persiapan CoE ini tidak mudah mengingat di Kesos sendiri ini merupakan CoE batch pertama, dengan adanya program magang CoE diharapkan mahasiswa dapat merasakan manfaat dan pengimplementasian ilmu yang telah dipelajari di perkuliahan.” ujar Dr. Fauzik Lendriyono, M.Si. Selama program magang, mahasiswa terlibat dalam berbagai proyek sosial yang bertujuan untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat. Mereka berkolaborasi dengan lembaga-lembaga sosial untuk mengatasi isu-isu seperti pemberdayaan pekerja rumah tangga, desa layak anak, penarikan pekerja anak, lokasi magang terletak di desa Ngijo, Gadang, Pandanmulyo, dan Selorejo. Prof. Dr. Muslimin Machmud, M.Si selaku Dekan Fakultas Ilmu Sosial dan Politik, mengatakan bahwa program magang CoE merupakan hal baru yang dilakukan pengembangan mahasiswa. “Keunikan program CoE ini tidak hanya didesain oleh prodi melainkan juga melibatkan para mita dalam merancang program yang dilakukan oleh mahasiswa di setiap setting-nya. Sehingga ketika turun ke lapangan mahasiswa bisa tahu konsepnya saja akan tetapi juga tahu penyelesaian yang akan dilakukan kepada klien” ujar Dekan FISIP UMM. Prof. Dr. Ir. Damat, MP., IPM, selaku ketua CoE Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) mengatakan bahwa dengan adanya program CoE ini memungkinkan mahasiswa bisa lulus tepat waktu dan langsung siap kerja, “PIC dan Ketua Prodi sudah memberikan penjelasan, harapannya setelah melakukan magang mahasiswa sudah menyelesaikan laporan akhir. Prodi kesos untuk kedepanya mendapat mandat untuk mendirikan panti jompo.” Kata ketua CoE UMM. Acara penutupan ini diharapkan dapat menjadi jembatan bagi mahasiswa untuk memasuki dunia kerja dan memperkuat jaringan di sektor kesejahteraan sosial. Dengan pengalaman yang telah didapatkan, mahasiswa diharapkan dapat menjadi agen perubahan yang siap menjawab tantangan sosial di masyarakat. Setelah acara penutupan ini, mahasiswa melakukan kegiatan seminar hasil magang dengan supervisor setting dari pihak LPKP dan dewan penguji.
Menuju Keseimbangan Emosional di Tempat Kerja : Sosialisasi Pengelolaan Stress dengan Anggrek Maya

Malang, 16 Juni 2024, Kelompok III magang CoE Mahasiswa Kesejahteraan Sosial melaksanakan sosialisasi pengelolaan stress terhadap profesi yang ditekuni, berlokasi di salah satu rumah anggota Anggrek Maya (AM) di Desa Kucur, Kecamatan Dau, Kabupaten Malang, Jawa Timur. Kegiatan Magang Kegiatan Magang Center of Excellence (CoE) oleh Mahasiswa Kesejahteraan Sosial adalah sebuah program bagi mahasiswa dalam menyalurkan keterampilannya untuk diaplikasikan di lapangan. Berbagai kegiatan yang bermanfaat serta sesuai kebutuhan mitra serta masyarakat diupayakan untuk mendorong pengembangan hilirisasi Sumber Daya Manusia (SDM) yang ada pada saat ini sesuai hasil penelitian dan kerjasama dengan Universitas Muhammadiyah Malang (UMM). Program yang diselenggarakan dalam periode magang oleh kelompok III yaitu “Sosialisasi Penanganan Stress Terhadap Profesi Yang Ditekuni”. Peserta yang merupakan penerima manfaat dari terlaksananya program ini berjumlah 18 anggota, Asosiasi Gerakan Revolusi Kerja Malang Raya (Anggrek Maya). Stress adalah respon tubuh terhadap tekanan fisik, emosional, atau mental yang dapat mengganggu keseimbangan normal individu. Hal ini bisa disebabkan oleh berbagai faktor seperti tuntutan pekerjaan, masalah keuangan, atau perubahan hidup yang signifikan Anggrek Maya (AM) merupakan sebuah organisasi yang merupakan pekerja rumah tangga (PRT) berdomisili Malang Kota hingga Kabupaten. Mereka tergabung dalam Anggrek Maya untuk wadah mengais ilmu, pengalaman, dan mengasah keterampilan guna menguatkan potensi diri khususnya dalam pengetahuan kapasitas diri dalam bekerja. Stress pada pekerja rumah tangga AM dapat disebabkan oleh beban kerja yang berat,tekanan waktu, dan perilaku atasan terhadap PRT. Kegiatan ini juga dihadiri oleh Bapak Zaenal Abidin, S.Sos., M.Si, selaku pemateri sosialisasi pengelolaan stress terhadap profesi yang ditekuni. Selama pemberian materi antusias peserta sangat bagus mereka sangat respon terhadap apa yang didiskusikan. Pada kegiatan sosialisasi tersebut kami mahasiswa magang CoE kelompok-3 juga sempat memberikan kuesioner kepada mereka untuk merekap data tingkat kesetresan yang dihadapi oleh anggota Anggrek Maya terhadap profesi yang ditekuni. Kemudian setelah pengisian kuesioner dilanjutkan dengan sesi tanya jawab atau sharing session bersama pemateri dan peserta yang hadir. Ibu Wiwik yang merupakan ketua Anggrek Maya menambahkan bahwa “Kegiatan sosialisasi seperti inilah yang diharapkan untuk terus diberdayakan, agar anggota AM ini tidak hanya kumpul-kumpul melainkan juga mendapatkan ilmu yang sangat bermanfaat serta berharap agar mahasiswa magang terus mendampingi AM sampai seterusnya. Pasalnya kegiatan seperti ini merupakan salah satu upaya praktis oleh Mahasiswa Kesejahteraan Sosial UMM untuk menjawab kebutuhan masyarakat, maka demikian dengan diselenggarakan kegiatan ini dapat memberikan kebermanfaatan serta dapat memberdayakan agar tercapainya kapasitas serta kualitas penerima manfaat. Diharapkan agar anggota Anggrek Maya dapat terus belajar dimanapun karena untuk kebutuhan dan pengetahuan dirinya. (Putri Fitria)
Sosialisasi Pentingnya Pendidikan dan Bahaya Pernikahan Dini

Rabu, 5 Juni 2024, kelompok 4 Center Of Excellence (CoE) Program Studi Kesejahteraan Sosial Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIP) Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) mengadakan sosialisasi tentang pentingnya pendidikan dan bahaya pernikahan dini yang berlokasi di MTS Al-Munawwaroh, Pandanmulyo, Kec.Tajinan, Kab.Malang. Setelah melakukan asesmen pada pemerintah desa, masyarakat, dan sekolah-sekolah yang ada di desa Pandanmulyo, kami menemukan fakta bahwa kasus Anak Putus Sekolah (ATS) dan pernikahan dini masih sangat tinggi. Adapun yang menjadi penyebab banyaknya anak putus sekolah yaitu budaya “Mberot Bantengan”. Banyak anak yang mulai kehilangan semangat untuk belajar dan akhirnya putus sekolah, dengan alasan malas mikir dan lebih memilih untuk bermain mberot bantengan, sementara itu penyebab utama pernikahan dini yakni karena pergaulan bebas. Kegiatan ini dihadiri oleh siswa-siswi kelas 1-3 MTS Al-Munawwaroh. Berdasarkan fakta yang ditemukan di lapangan, kami kelompok IV Center of Excellence (CoE) menindak lanjutinya dengan mengadakan sosialisasi tentang pentingnya pendidikan dan bahaya pernikahan dini di aula MTS Al-Munawwaroh. Sosialisasi ini dilakukan di MTS Al-Munawwaroh karena Anak Putus Sekolah (ATS) sangat tinggi yaitu sebanyak 20 orang, ada yang putus sekolah saat masih kelas 1, kelas 2, dan ada yang sudah lulus MTS tapi tidak melanjutkan ke jenjang SMA/SMK. Sosialisasi ini dilakukan dengan tujuan untuk memberikan pemahaman kepada anak-anak di MTS Al-Munawwaroh tentang pentingnya pendidikan dan bahayanya pernikahan dini, dan juga untuk mendukung upaya mewujudkan “Desa Layak Anak” yaitu Zero Pernikahan Anak Usia Dini dan Anak Putus sekolah di Desa Pandanmulyo. Dengan mendukung upaya mewujudkan desa layak anak ini kami berharap anak-anak bisa mendapatkan hak-haknya, seperti hak pendidikan, hak perlindungan dari kekerasan seksual dan diskriminasi, hak kesehatan, dsb.
Mahasiswa Kesejahteraan Sosial UMM Gelar Sosialisasi Tanggap Darurat Bencana bagi Pekerja Rumah Tangga di Malang Raya

Minggu, 2 Juni 2024 Kelompok III magang CoE, Mahasiswa Kesejahteraan Sosial melaksanakan sosialisasi tanggap darurat bencana yang bertempat di lapangan masjid A.R.Fachrudin, UMM. Kegiatan Magang Center of Exellence (CoE) oleh Mahasiswa Kesejahteraan Sosial adalah sebuah program bagi mahasiswa dalam menyalurkan keterampilannya untuk diaplikasikan di lapangan. Berbagai kegiatan yang bermanfaat serta sesuai kebutuhan mitra serta masyarakat diupayakan untuk mendorong pengembangan/hilirisasi Sumber Daya Manusia yang ada pada saat ini sesuai hasil penelitian dan kerjasama dengan Universitas Muhammadiyah Malang (UMM). Program utama yang diselenggarakan dalam periode magang oleh kelompok III yaitu “Sosialisasi Tanggap Darurat Bencana”. Peserta yang merupakan penerima manfaat dari terlaksananya program ini terdapat sekitar 19 anggota Asosiasi Gerakan Revolusi Kerja Malang Raya (Anggrek Maya). Anggrek Maya merupakan sebuah organisasi yang merupakan pekerja rumah tangga (PRT) berdomisili Malang Kota hingga Kabupaten. Mereka tergabung dalam Anggrek Maya untuk wadah mengais ilmu, pengalaman, dan mengasah keterampilan guna menguatkan potensi diri khususnya dalam peningkatan kapasitas diri dalam bekerja. Kegiatan ini juga dihadiri oleh pihak Lembaga Pengkajian Kemasyarakatan dan Pembangunan (LPKP) Jatim selaku mitra DUDI Kesejahteraan Sosial, dan Bapak Eko Rizqi Purwo Widodo, MSW selaku penanggung jawab mahasiswa magang COE Kesejahteraan Sosial. Dalam kegiatan sosialisasi tanggap darurat bencana ini bekerjasama dengan Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM), yaitu Maharesigana. Maharesigana UMM adalah organisasi yang bergerak dalam penanggulangan bencana (pra, saat, dan pasca bencana). Pemateri dari Maharesigana menyampaikan bahwa “Perlu adanya sosialisasi yang intens terhadap hal-hal kecil yang sering dilakukan di rumah dan dampaknya sangat besar, seperti cara apa yang harus dilakukan saat terjadi gempa, memadamkan kebakaran kecil, gas lpg bocor dan lainnya yang menyangkut risiko kerugian bila tidak disosialisasikan sejak dini, terutama bagi pekerja rumah tangga yang notaben pekerjaannya yaitu beraktivitas di dalam atau sekitar rumah”. Bapak Rikawanto selaku pengurus Lembaga LPKP Jatim menambahkan bahwa “Kegiatan ini sangat besar manfaatnya khususnya untuk pekerja rumah tangga, mereka juga sangat antusias dan semangat dalam mengikuti kegiatan tersebut, kami LPKP Jatim sudah berkomitmen untuk melakukan pendampingan kepada Mahasiswa Magang CoE Kesejahteraan Sosial sampai selesai”. Diharapkan anggota Anggrek Maya tidak hanya menambah wawasan di bidang tanggap darurat bencana namun juga di bidang-bidang lainnya untuk mengasah skill dan pengetahuan lainnya dalam meningkatkan kapasitas diri. Penanggung jawab Magang CoE Kesejahteraan Sosial Bapak Eko Rizqi Purwo Widodo, MSW merasa senang dan memberikan apresiasi dengan adanya kegiatan sosialisasi ini. Pasalnya kegiatan seperti ini merupakan salah satu upaya praktis oleh Mahasiswa Kesejahteraan Sosial UMM untuk menjawab kebutuhan masyarakat, maka demikian dengan diselenggarakannya ini dapat memberikan kebermanfaatan serta dapat memberdayakan agar tercapainya kapasitas serta kualitas penerima manfaat. (Putri Fitria dan Berliana Oktasyah)